x

Riset Digital SSI: Bahlil Lahadalia Jadi Figur Paling Minim Resistensi di Lingkaran Prabowo

waktu baca 3 menit
Senin, 6 Jul 2026 10:40 54 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Hasil riset dan pemantauan media sosial yang dirilis oleh Sintesa Strategi Indonesia (SSI) terhadap jajaran tokoh di lingkaran pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memantik perhatian akademisi.

Hasil pemetaan digital ini memotret dinamika popularitas sekaligus persepsi publik terhadap para pejabat negara di ruang siber.

Dosen FISIP Universitas Muhammadiyah Sorong, Bustamin Wahid, menyoroti menariknya pergerakan data tersebut.

Dalam temuan SSI, terdapat lima tokoh yang masuk dalam kategori Tier 1 Dominan, yaitu figur yang berhasil memperoleh lebih dari satu juta paparan konten terkait Presiden Prabowo Subianto.

Kelima tokoh tersebut terdiri di antaranya, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Kepala BGN Nanik/Deyang, Seskab Teddy Indra Wijaya, dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Menteri ESDM RI Lahadalia yang juga Ketua Umum Partai Golkar Bahlil menjadi salah satu tokoh yang paling banyak diperbincangkan dalam hasil pemantauan media digital.

Berdasarkan temuan tersebut, Bahlil mencatat 8.213.780 terpaan konten, menempatkannya di posisi kedua setelah Gibran Rakabuming Raka yang memperoleh 8.617.236 terpaan.

Sementara itu, Teddy Indra Wijaya tercatat memperoleh 3.606.181 terpaan konten dengan komposisi sentimen 24,1 persen positif dan 15,2 persen negatif. Sedangkan, Purbaya Yudhi Sadewa meraih 1.648.351 terpaan konten, disertai sentimen positif sebesar 12,2 persen dan negatif 9,5 persen. Adapun Nanik/Deyang membukukan 7.451.724 terpaan konten.

Dari lima figur dengan tingkat eksposur tertinggi tersebut, Bahlil menjadi satu-satunya tokoh yang memadukan tingkat sorotan publik yang tinggi dengan persentase sentimen negatif paling rendah.

Secara keseluruhan, SSI mencatat sentimen publik terhadap Presiden Prabowo Subianto selama periode pengamatan terdiri atas 41,5 persen positif, 44,7 persen netral, dan 13,8 persen negatif.

Bustamin Wahid menilai rendahnya sentimen negatif terhadap Bahlil Lahadalia di tengah tingginya eksposur digital menunjukkan posisi politiknya yang relatif kokoh dan minim resistensi dari netizen.

“Sebagai pengamat, saya melihat data ini menunjukkan bahwa figur seperti Bahlil Lahadalia relatif jarang menjadi sasaran sentimen negatif dibandingkan tokoh lain yang sama-sama banyak disorot publik,” ujar Bustamin, Minggu (5/7/2026).

Menurut Bustamin, fenomena digital ini bisa dibaca sebagai indikator awal kuatnya soliditas dukungan dari kader-kader partai koalisi terhadap jalannya roda pemerintahan.

“Ini bisa dibaca sebagai indikasi soliditas dukungan kader partai koalisi terhadap pemerintahan, meskipun tentu perlu kajian lebih lanjut untuk memastikan apakah pola ini konsisten dalam jangka panjang,” ujarnya.

Kendati demikian, ia menyebut pola ini masih memerlukan kajian lebih lanjut untuk memastikan konsistensinya dalam jangka panjang.

Meskipun angka-angka di media digital tampak impresif, Bustamin memberikan catatan kritis bagi para pembantu presiden. Ia mengingatkan agar popularitas dan sentimen positif di dunia maya tidak membuat para pejabat terlena, melainkan harus dibuktikan lewat kinerja konkret di lapangan.

“Data digital seperti ini bisa menjadi indikator awal, tapi bukan satu-satunya ukuran keberhasilan seorang pembantu presiden. Yang perlu digarisbawahi adalah bagaimana sentimen positif ini dijaga konsistensinya lewat kinerja nyata di lapangan, bukan sekadar aktivitas di media sosial,” tegas Bustamin.

Di akhir tanggapannya, Bustamin juga mendorong agar Sintesa Strategi Indonesia (SSI) selaku lembaga riset tetap menjaga transparansi terkait metodologi penarikan data yang mereka gunakan.

Hal ini dinilai penting agar publik dan akademisi dapat menguji serta menilai temuan tersebut secara utuh dan objektif.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

15 minutes ago
4 hours ago
4 days ago
4 days ago
5 days ago
6 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor