x

Legislator Dorong BP2MI Perluas Sosialisasi Program SMK Go Global hingga Luar Jawa

waktu baca 3 menit
Rabu, 1 Jul 2026 15:20 22 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi IX DPR RI Ranny Fahd Arafiq, menyambut baik program SMK Go Global yang digagas oleh Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Ia menilai program tersebut sebagai terobosan jitu dalam mencetak tenaga kerja lokal yang kompetitif di kancah internasional.

Hal itu dilontarkan Ranny dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI bersama Menteri BP2MI, Mukhtarudin, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (30/6/2026).

Ia memandang visi program ini sangat selaras dengan instruksi Presiden untuk memperkuat mutu sumber daya manusia (SDM) dalam negeri.

“Saya pribadi, mengapresiasi pemaparan Program SMK Go Global ini sebagai salah satu program strategis yang sejalan dengan arahan Bapak Presiden untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia agar mampu bersaing di tingkat global,” tutur Ranny di ruang rapat Komisi IX DPR.

Ranny menilai, keunggulan program ini terletak pada pendekatannya yang komprehensif. SMK Go Global dianggap tidak hanya berperan sebagai jembatan penyalur kerja, tetapi juga fokus pada penguatan keahlian, standardisasi lewat sertifikasi, hingga jaminan proteksi bagi para pekerja migran.

“Program ini memiliki visi yang sangat baik karena tidak hanya membuka akses, tetapi juga membangun kompetensi, sertifikasi, dan perlindungan pekerja migran secara menyeluruh,” katanya.

Kendati memberikan lampu hijau, legislator asal Golkar ini menitipkan catatan penting terkait aspek pemerataan. Ranny mendesak pemerintah agar jangkauan sosialisasi program ini diperluas secara masif, terutama menyasar sekolah-sekolah kejuruan yang berada di luar Pulau Jawa.

“Saya berharap sosialisasi dapat diperkuat, terutama bagi SMK di luar Pulau Jawa, sehingga kesempatan mengikuti Program SMK Go Global benar-benar dirasakan secara merata,” ujarnya.

Legislator dari Fraksi Partai Golkar itu juga mendorong keterlibatan dunia usaha, dunia industri, dan pemerintah dalam implementasi program agar kurikulum pelatihan benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar kerja global.

Menurutnya, sinergi lintas sektor akan meningkatkan kualitas lulusan sekaligus memperbesar tingkat penyerapan tenaga kerja Indonesia di luar negeri.

“Saya juga mendorong agar dunia usaha, dunia industri, dan pemerintah semakin dilibatkan sehingga kurikulum pelatihan benar-benar mengikuti kebutuhan pasar kerja global dan tingkat penyerapan tenaga kerja dapat terus meningkat,” katanya.

Selain itu, Ranny meminta kementerian melakukan monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan terhadap pelaksanaan program.

Ia menilai keberhasilan Program SMK Go Global tidak hanya diukur dari meningkatnya jumlah penempatan pekerja migran Indonesia, tetapi juga kualitas pekerjaan yang diperoleh, tingkat kesejahteraan pekerja, serta keberhasilan mereka setelah kembali ke Indonesia.

“Keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah penempatan, tetapi juga kualitas pekerjaan, tingkat kesejahteraan pekerja, serta keberhasilan setelah kembali ke Indonesia,” ujarnya.

Di akhir penyampaiannya, Ranny menegaskan dukungan penuh terhadap berbagai program pemerintah, khususnya Program SMK Go Global sebagai upaya memperkuat kualitas pekerja migran Indonesia.

Ia optimistis kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan dunia usaha akan melahirkan SDM Indonesia yang unggul, terlindungi, dan memiliki daya saing di tingkat global.

“Dengan sinergi yang baik antara pemerintah, dunia pendidikan, dan dunia usaha, saya optimistis program ini akan menjadi salah satu legasi penting dalam mencetak SDM Indonesia yang unggul, terlindungi, dan berdaya saing global,” tutupnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

6 hours ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago
5 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor