Anggota Komisi IX DPR RI, Asep Romy Romaya mendesak pemerintah melalukan intervensi dalam mengatasi gelombang PHK. Dok. Fraksi PKB DPR RI. TODAYNEWS.ID – Ancaman Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menghanrui puluhannribu pekerja di sektor industri manufaktur.
Anggota Komisi IX DPR RI, Asep Romy Romaya mendorong pemerintah untuk segera melakukan intervensi mengatasi ancaman PHK tersebut.
Salah satu intervensi yang dapat dilakukan yakni memperbanyak program padat karya dalam jangka pendek.
Gelombnag PHK menjadi pukulan telak bagi pekerja dan keluarganya. Selain itu, PHK massal juga menjadi ancaman bagi stabilitas ekonomi dalam negeri.
Hal itu juga akan berdampak pada lumpuhnha konsumsi rumah tangga nasional. “Pemerintah harus segera mengambil langkah cepat dan konkret. Memperbanyak program padat karya bisa menjadi salah satu solusi taktis untuk menjaga perputaran ekonomi di daerah agar tetap berjalan,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (24/6/2026).
Ia menjelaskan, program padat karya memiliki peran strategis dalam menyerap tenaga kerja. Sehingga, pengangguran dapat ditekan.
“Pemerintah perlu memperbanyak program pelatihan kerja yang sesuai dengan kebutuhan industri, termasuk melibatkan lembaga pelatihan kerja swasta di samping Balai Latihan Kerja (BLK) milik pemerintah,” jelasnya.
Sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menanggapi ancaman Pemungutan Hubungan Kerja (PHK) yang akan terjadi di Indonesia.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan pemantauan terhadap ancaman PHK terhadap pekerja Indonesia.
“Kami dari Kementerian Ketenagakerjaan, khususnya Dirjen Jamsos PHI, kita terus melakukan monitoring,” katanya kepada wartawan, dikutip Rabu (24/6/2026).
Ia menjelaskan, ancaman PHK karena ketidakpastian global yang terjadi saat ini. Menurutnya, gejolak geopolitik berdampak ke dalam negeri.
“Kita sama-sama paham ada kondisi ekonomi global yang memang itu kemudian berdampak ke dalam negeri,” katanya.
Namun, ia menyakini ancaman PHK dapat ditekan dengan membangun semangat kebersamaan dengan seluruh pemangku kepentingan.
“Ini modal yang baik buat kita untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan tantangan ketenagakerjaan,” ujarnya.