x

Dirut Kiwoom Sekuritas: Ketidakpastian Kebijakan Jadi Pemicu Utama Pelemahan IHSG

waktu baca 2 menit
Selasa, 30 Jun 2026 22:46 72 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Direktur Utama Kiwoom Sekuritas Indonesia, Changkun Shin, menilai pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) saat ini tidak hanya dipengaruhi sentimen global, tetapi juga dipicu oleh ketidakpastian kebijakan ekonomi di dalam negeri.

Kondisi tersebut kemudian diperburuk oleh pelemahan nilai tukar rupiah, capital outflow investor asing, dan tekanan ekonomi global.

Menurut Shin, pasar modal saat ini sangat sensitif terhadap arah kebijakan ekonomi dan fiskal pemerintah. Investor membutuhkan kepastian serta konsistensi kebijakan agar kepercayaan terhadap pasar Indonesia dapat kembali pulih.

“Pasar saat ini sangat sensitif terhadap arah kebijakan ekonomi dan fiskal pemerintah. Investor membutuhkan konsistensi, predictability, serta eksekusi kebijakan yang kredibel untuk memulihkan kepercayaan,” ujar Shin Selasa (30/6/2026).

Ia menjelaskan, ketidakpastian terkait belanja fiskal, reformasi pasar modal, hingga implementasi regulasi baru seperti Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) maupun FCA turut mendorong investor mengambil sikap menunggu perkembangan lebih lanjut.

Menurutnya, situasi tersebut membuat minat investor untuk kembali masuk ke pasar saham menjadi tertahan. Akibatnya, tekanan terhadap IHSG masih terus berlangsung di tengah minimnya katalis positif.

Ia juga menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah yang dinilai memperbesar tekanan terhadap pasar keuangan domestik. Kondisi itu berpotensi meningkatkan inflasi sekaligus memunculkan ekspektasi kenaikan suku bunga yang dapat menekan valuasi saham.

“Selain itu, pelemahan Rupiah meningkatkan tekanan inflasi dan ekspektasi kenaikan suku bunga, yang pada akhirnya membebani valuasi pasar saham,” katanya.

Dari sisi eksternal, ia melihat kebijakan suku bunga bank sentral Amerika Serikat, penguatan dolar AS, serta proses penyesuaian portofolio investasi global masih menjadi faktor utama yang mendorong keluarnya dana asing dari pasar Indonesia.

Menurut Shin, kombinasi berbagai faktor domestik dan global tersebut membuat pergerakan IHSG dalam waktu dekat masih berpotensi berfluktuasi. Meski demikian, ia menilai fondasi ekonomi Indonesia tetap berada dalam kondisi yang kuat.

Ia menegaskan prospek pemulihan pasar saham masih terbuka apabila pemerintah mampu mengembalikan kepercayaan pelaku pasar melalui kebijakan yang konsisten. Stabilitas nilai tukar rupiah juga menjadi faktor penting yang perlu dijaga.

Selain itu, percepatan birokrasi dan proses administrasi dinilai akan memberikan sinyal positif bagi dunia usaha dan investor. Langkah tersebut dapat membantu meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia di tengah persaingan global.

“Ke depan, IHSG kemungkinan masih akan bergerak volatil. Namun, fundamental ekonomi Indonesia tetap solid,” ujar dia.

Ia menambahkan, pemulihan IHSG akan sangat bergantung pada pulihnya kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah, stabilisasi rupiah, percepatan birokrasi dan proses administrasi, serta membaiknya sentimen investor asing untuk kembali masuk ke pasar Indonesia.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

15 hours ago
2 days ago
3 days ago
3 days ago
4 days ago
5 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor