Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar. Foto: TODAYNEWS/Dhanis TODAYNEWS.ID – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, angkat bicara terkait pernyataan sebelumnya yang mengklaim mampu menyelesaikan seluruh permasalahan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam waktu singkat.
Seperti diketahui, sebelumnya Cak Imin sapaannya sesumbar bahwa jika dirinya diberikan kepercayaan untuk mengelola program MBG maka dirinya mampu menyelesaikan hanya dalam waktu 2 hari.
“Kalau saya diserahin ngurus BGN, dua hari selesai sebetulnya. Urusan gampang. Gampang banget. Matematikanya gampang banget. Ada duit segini, anak usia satu hari sampai 9 tahun wajib menurut Pasal 33 harus mendapatkan asupan gizi yang memadai. Gampang,” kata Cak Imin belum lama ini.
Namun, saat kembali ditanya oleh wartawan mengenai cara atau langkah dalam memperbaiki tata kelola program MBG, Cak Imin mengaku tak ingin membocorkan caranya kepada publik.
“Ya, kalau saya kasih tahu caranya, rahasia itu. Rahasia,” kata Cak Imin saat ditanya wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/6/2026).
Meski begitu, Cak Imin mengatakan, langkah yang paling utama untuk menyelesaikan tata kelola MBG adalah melakukan evaluasi kerja Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai penanggung jawab program tersebut.
“Tentu dengan evaluasi, cara kerja, skala prioritas. Yang paling penting adalah memilih skala prioritas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Cak Imin menjelaskan bahwa fokus pada kelompok “B3” yaitu, ibu menyusui (busui), ibu hamil (bumil) dan balita merupakan kunci utama dalam percepatan penanganan stunting di Indonesia.
Menurutnya, pembenahan manajemen kelembagaan di internal BGN juga mendesak untuk dilakukan agar anggaran besar yang dialokasikan negara dapat terserap secara optimal dan transparan.
“Saya melihat skala prioritas, busui, bumil, balita, itu skala prioritas yang paling tepat. Sehingga, yang lain sebelum skala prioritas harus merelakan untuk mengatasi stunting dengan secara lebih efektif dan cepat,” imbuhnya.
“Di sisi yang lain, manajemen dan tata kelola kelembagaan yang ada, sekaligus saya berharap kepada semua pihak yang telah terlibat untuk duduk bersama memberikan solusi agar efektif betul sesuai sasaran yang diperintahkan oleh Presiden,” tambah Cak Imin.