x

Pengamat: Wacana Dua Periode Prabowo-Gibran Sengaja Digaungkan untuk Redam Tensi Koalisi

waktu baca 2 menit
Senin, 22 Jun 2026 12:32 37 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai menguatnya wacana pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka untuk melanjutkan kepemimpinan hingga dua periode bukan sekadar respons politik biasa.

Langkah yang mulai digaungkan sejak awal pemerintahan ini dibaca sebagai strategi taktis untuk mengunci stabilitas nasional dan memastikan keberlanjutan program kerja tanpa gangguan riuh politik menuju Pilpres 2029.

“Wacana Prabowo-Gibran dua periode ini adalah langkah pengamanan stabilitas. Ketika arah 2029 sudah dipatok sejak sekarang, tensi perebutan kekuasaan di internal koalisi bisa diredam agar semua pihak tetap fokus pada kinerja pemerintahan,” ujar Arifki, Senin (22/6/2026).

Menurut Arifki, dorongan yang ikut disuarakan oleh mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini merupakan kode keras adanya konsolidasi politik tingkat tinggi.

Dengan memunculkan wacana dua periode lebih awal, ruang spekulasi politik sengaja dipersempit agar fokus koalisi tidak pecah.

“Jika sejak sekarang muncul persepsi bahwa pasangan Prabowo-Gibran akan dipertahankan kembali di Pilpres 2029, maka ruang kompetisi untuk memperebutkan posisi calon wakil presiden otomatis menjadi lebih sempit. Hal ini tentu memengaruhi kalkulasi politik partai-partai koalisi,” ujarnya.

Lebih lanjut, munculnya kembali wacana Prabowo-Gibran merupakan bagian dari ujian loyalitas dan kedewasaan para ketua umum partai koalisi seperti Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Muhaimin Iskandar (Cak Imin), hingga Zulkifli Hasan (Zulhas) yang selama ini kerap disebut memiliki modal politik dan posisi strategis untuk masuk dalam percaturan Pilpres 2029.

“Wacana dua periode tidak bisa dilihat semata-mata sebagai dukungan kepada pemerintahan Prabowo-Gibran, tetapi juga memiliki implikasi terhadap distribusi peluang politik di dalam koalisi,” ujarnya.

Arifki menilai kemunculan wacana tersebut juga berpotensi membuat sejumlah partai mulai melakukan kalkulasi ulang terhadap strategi politik jangka panjang mereka.

Terlebih, beberapa partai memiliki figur yang secara elektoral maupun struktural dinilai layak masuk dalam bursa kepemimpinan nasional. Meski demikian, Arifki menegaskan bahwa arah politik 2029 masih sangat bergantung pada kinerja pemerintahan dalam beberapa tahun ke depan.

“Pada akhirnya yang menentukan bukan elite politik, melainkan publik. Namun ketika wacana dua periode mulai digaungkan sejak awal pemerintahan, partai-partai yang memiliki figur potensial tentu akan mulai menghitung ulang strategi dan posisi tawarnya,” imbuhnya.

Lebih jauh, semakin sering wacana Prabowo-Gibran dua periode dikemukakan di ruang publik, maka semakin besar pula peluang munculnya kompetisi senyap di internal koalisi.

“Karena yang diperebutkan bukan hanya kekuasaan hari ini, tetapi juga tiket kekuasaan pada 2029,” pungkasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 hour ago
6 hours ago
3 days ago
3 days ago
3 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor