Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati. Foto: Istimewa TODAYNEWS.ID – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Kurniasih Mufidayati, menegaskan pentingnya penguatan peran Perpustakaan Nasional (Perpusnas) sebagai pilar utama dalam menumbuhkan budaya literasi di tanah air.
Kurniasih memandang bahwa literasi merupakan fondasi utama dalam mendongkrak mutu sumber daya manusia (SDM) sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di ranah global.
“Perpusnas memiliki peran yang sangat strategis dalam meningkatkan budaya baca dan literasi masyarakat. Upaya memperkuat fungsi dan layanan perpustakaan perlu terus didorong agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujar Kurniasih di Jakarta, Sabtu (20/6/2026).
Kurniasih menilai kebutuhan penguatan literasi di Indonesia masih sangat besar, terutama di daerah-daerah yang memiliki keterbatasan akses terhadap bahan bacaan, sumber belajar, dan layanan perpustakaan.
Oleh sebab itu, program-program edukasi literasi memerlukan sokongan penuh agar distribusinya bisa lebih masif dan merata hingga ke pelosok.
Menurutnya, transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial yang selama ini dijalankan Perpusnas telah memberikan dampak positif dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap ilmu pengetahuan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi dan sosial di tingkat komunitas.
“Perpustakaan saat ini tidak lagi hanya menjadi tempat membaca, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran masyarakat, pengembangan keterampilan, dan pemberdayaan komunitas. Karena itu, penguatan kapasitas perpustakaan harus menjadi perhatian bersama,” katanya.
Di samping itu, Politisi PKS itu juga mengingatkan pentingnya akselerasi digitalisasi literasi guna menyiasati perkembangan teknologi modern.
Menurutnya, publik masa kini tidak sekadar butuh bahan bacaan, melainkan juga kecakapan dalam menyaring dan memanfaatkan informasi digital secara cerdas. “Dengan begitu, literasi tidak hanya meningkat dari sisi kuantitas, tetapi juga kualitas,” lanjutnya.
Menurutnya, digitalisasi menjadi langkah strategis untuk menjaga warisan intelektual bangsa sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap khazanah pengetahuan Indonesia.
“Digitalisasi bukan hanya upaya menjaga warisan bangsa dari risiko kerusakan, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda, peneliti, dan masyarakat untuk mempelajari kekayaan intelektual Indonesia,” jelasnya.
Lebih lanjut, proses digitalisasi ini dipandang sebagai taktik jitu untuk memelihara aset intelektual nusantara sekaligus mempermudah akses publik terhadap rekam jejak sejarah Indonesia.
Ia meyakini bahwa sistem perpustakaan digital yang terintegrasi secara nasional mampu mengikis sekat geografis. Dengan demikian, warga yang berada di kawasan terpencil bisa menikmati fasilitas pengetahuan yang setara dengan masyarakat perkotaan.
Untuk itu, Kurniasih berharap penguatan Perpusnas tetap menjadi prioritas dalam agenda mencerdaskan kehidupan bangsa, baik melalui pembenahan perpustakaan di daerah maupun pembaruan layanan berbasis teknologi digital.
“Semakin kuat budaya literasi masyarakat, semakin besar pula peluang Indonesia untuk melahirkan generasi yang inovatif, produktif, dan mampu menjawab tantangan masa depan. Karena itu, penguatan peran Perpusnas merupakan investasi penting untuk kemajuan bangsa,” pungkas Kurniasih.