Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh. Foto: Istimewa TODAYNEWS.ID – Israel sebagai negara sekutu Amerika Serikat (AS) harus menghormati perjanjian damai atau penghentian perang dengan Iran.
Pernyataan itu disampaikan Anggota Komisi I DPR RI, Oleh Soleh dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (16/6/2026).
“Israel yang menjadi sekutu Amerika juga tidak boleh menyerang Iran,” ujarnya.
Oleh Soleh menekankan, negara-negara di kawasan perlu mewaspadai gerakan dari Israel yang membuat ketegangan.
“Langkah dan taktik Israel harus diwaspadai,” kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.
Oleh Soleh mengatakan, Israel negara yang kerap ingkar terhadap janji-janji diplomasinya. Iran, kata dia, perlu melalukan pengawasan meski perjanjian damai sudah dideklarasikan.
“Jangan sampai Israel merusak perjanjian damai itu dengan melakukan serangan lagi ke wilayah Iran,” katanya.
Sebelumnya, para pemimpin dunia menyambut baik kesepakatan bersejarah yang telah tercapai antara Iran dan Amerika Serikat (AS) untuk merampungkan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) sekaligus menandai berakhirnya perang agresi secara permanen.
Kesepakatan yang difinalisasi pada Minggu malam ini membawa angin segar bagi stabilitas global, ditandai dengan pencabutan blokade laut oleh AS serta pembukaan kembali Selat Hormuz.
Seluruh aksi militer, termasuk konflik di Lebanon, dinyatakan berakhir seketika dan penandatanganan resmi dijadwalkan berlangsung di Jenewa, Swiss pada Jumat mendatang.
Menanggapi kesepakatan tersebut, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan bahwa kesepakatan tersebut sebagai langkah penting untuk penyelesaian konflik di kawasan.
“Sekretaris Jenderal berharap agar para pihak dapat memanfaatkan momentum baru ini dan melipatgandakan upaya mereka menuju penyelesaian akhir konflik,” demikian pernyataan Guterres seperti dilaporkan, Press TV Senin (15/6/2026).
Sementara itu, Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, berharap kesepakatan tersebut dapat membawa semangat yang positif dan konstruktif bagi kawasan ke depan.
“Menyambut baik kesepakatan tersebut dan berterima kasih kepada Pakistan atas mediasi yang dilakukannya, serta menyatakan harapan bahwa semua pihak akan terlibat dalam negosiasi di masa mendatang dengan semangat yang positif dan konstruktif,” katanya.
Sedangkan, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi, PM Australia Anthony Albanese, dan Menlu Selandia Baru Winston Peters kompak menyuarakan harapan agar dialog diplomatik ini menjadi titik balik bagi perdamaian jangka panjang di kawasan tersebut.
Selanjutnya, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, juga mengatakan bahwa kesepakatan itu sebagai perkembangan yang penting untuk membangun perdamaian di kawasan.
“Penting untuk membangun perdamaian dan ketenangan di kawasan, dan kita menyambutnya dengan puas,” kata Erdogan seraya menyerukan agar kedua pihak untuk menghindari provokasi apa pun yang dapat meningkatkan ketegangan sebelum penandatanganan.
Sementara itu, Inggris, Prancis, Jerman, dan Italia melalui pernyataan bersama menyatakan bahwa mereka “siap mencabut sanksi terkait sebagai tanggapan atas langkah-langkah yang jelas dan dapat diverifikasi oleh Iran terkait program nuklirnya dan akan bekerja secara intensif dengan semua pihak untuk mencapai penyelesaian diplomatik jangka panjang”.