x

PSSI Tegaskan Rivalitas Klub Tak Boleh Ganggu Timnas, Pelaku yang Provokasi Etam Terancam Sanksi

waktu baca 3 menit
Kamis, 11 Jun 2026 07:21 67 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — PSSI kembali menyoroti insiden yang melibatkan gelandang Timnas Indonesia, Beckham Putra, usai pertandingan melawan Mozambik di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Selasa (9/6/2026). Federasi menegaskan bahwa rivalitas antarklub tidak boleh terbawa saat pemain sedang membela Merah Putih.

Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Indonesia, Sumardji, meminta seluruh suporter menempatkan kepentingan Timnas Indonesia di atas rivalitas klub. Menurutnya, para pemain yang dipanggil ke tim nasional sedang berjuang untuk bangsa dan negara.

Sumardji menilai dukungan penuh dari masyarakat menjadi faktor penting agar para pemain dapat tampil maksimal di lapangan. Karena itu, ia berharap seluruh elemen sepak bola Indonesia bersatu ketika Timnas Indonesia bertanding.

“Ketika pemain sudah berada di Timnas Indonesia, yang harus dikedepankan adalah persatuan dan dukungan penuh kepada tim. Rivalitas klub seharusnya ditinggalkan terlebih dahulu karena yang sedang diperjuangkan adalah kepentingan bangsa dan negara,” kata Sumardji dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026).

Ia menegaskan bahwa identitas klub seharusnya tidak lagi menjadi fokus ketika pemain mengenakan seragam Timnas Indonesia. Yang utama, kata Sumardji, adalah mendukung perjuangan skuad Garuda.

“Kalau sudah berbicara Timnas Indonesia, tidak ada lagi klub-klub lainnya. Yang ada adalah Indonesia. Semua harus bersatu memberikan dukungan agar para pemain bisa fokus dan berjuang maksimal untuk mengharumkan nama bangsa,” kata Sumardji dalam keterangan tertulis, Rabu (10/6).

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul insiden yang dialami Beckham Putra setelah laga FIFA Matchday melawan Mozambik. Peristiwa itu menjadi perhatian serius PSSI karena menyangkut kenyamanan pemain saat membela tim nasional.

Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi mengaku kecewa dengan tindakan oknum yang diduga melakukan provokasi terhadap Beckham. Ia menilai perlakuan tersebut tidak pantas diberikan kepada pemain Timnas Indonesia.

“PSSI sangat menyesalkan kejadian ini yang terjadi setelah pertandingan usai. Perlakuan yang diterima pemain Timnas Indonesia, Beckham Putra, sangat tidak elok dan tidak etis,” ujar Yunus.

Menurut Yunus, kejadian tersebut tidak seharusnya terjadi, terlebih Beckham merupakan salah satu pemain muda yang memiliki prospek penting bagi masa depan Timnas Indonesia. PSSI pun memberikan perhatian khusus terhadap dampak psikologis yang mungkin dialami pemain.

“Ini tentu menjadi hal yang tidak kami harapkan. Apalagi Beckham masih berusia muda dan merupakan aset penting bagi Timnas Indonesia. Karena itu, kami sangat menyayangkan kejadian tersebut,” ia menambahkan.

Sebagai tindak lanjut, PSSI berencana menelusuri pihak yang diduga terlibat dalam aksi provokasi tersebut. Federasi juga membuka peluang untuk memberikan sanksi tegas apabila identitas pelaku berhasil ditemukan.

Yunus menegaskan bahwa hukuman larangan masuk stadion menjadi salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan. Langkah itu dilakukan untuk menjaga suasana positif dalam setiap pertandingan Timnas Indonesia.

“Kami akan berupaya menindak suporter seperti itu. Bahkan, bukan tidak mungkin mereka akan kami larang masuk stadion saat Timnas Indonesia bertanding.”

“Saya akan melaporkan hal ini dan mendiskusikannya dengan Ketua Umum PSSI serta anggota Exco. Kami akan mencari yang bersangkutan,” tutur Yunus. PSSI berharap insiden serupa tidak kembali terjadi agar para pemain dapat fokus memberikan performa terbaik saat memperkuat Timnas Indonesia.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 day ago
1 day ago
1 day ago
2 days ago
3 days ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit