TODAYNEWS.ID – Kepolisian menangkap dua pelajar SMK berinisial AS dan MF saat sedang mengikuti ujian di sekolah mereka pada Rabu (10/6). Keduanya diamankan setelah terbukti terlibat dalam aksi pembacokan terhadap seorang siswa dari sekolah lain berinisial F di kawasan Palmerah, Jakarta Barat.
Kapolsek Palmerah AKP Parman BM Nainggolan mengatakan penangkapan dilakukan setelah penyidik menganalisis rekaman kamera pengawas (CCTV) di lokasi kejadian yang sebelumnya viral di media sosial.
“Untuk saat ini yang diamankan baru dua pelaku, untuk yang lainnya itu nanti melihat perkembangan pemeriksaan. Kedua pelaku ini yang melakukan penyerangan menggunakan ikat pinggang dan celurit,” kata Parman di Jakarta, Rabu.
Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi di Gang T, Palmerah Barat VI, Palmerah, Jakarta Barat, pada Selasa (9/6) pagi. Saat itu, korban F diketahui sedang dalam perjalanan menuju sekolahnya.
Parman menjelaskan kejadian bermula ketika sekelompok pelajar yang mengendarai sepeda motor melintas di sekitar lokasi. Tanpa alasan yang diketahui, salah seorang pelaku mendadak menyerang korban menggunakan ikat pinggang.
Setelah itu, pelaku lainnya turut melakukan penyerangan dengan mengayunkan senjata tajam jenis celurit ke arah korban. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka robek pada bagian bahu kanan dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.
“Kondisi korban saat ini sudah mendapatkan perawatan medis dengan tujuh jahitan di bahu kanan,” ujar Parman.
Hasil penyelidikan sementara menunjukkan korban dan kedua pelaku tidak memiliki hubungan maupun saling mengenal sebelumnya. Meski demikian, penyidik Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Palmerah masih terus mendalami motif yang melatarbelakangi aksi penyerangan tersebut.
Karena kedua pelaku masih berstatus anak di bawah umur, kepolisian memastikan seluruh proses hukum akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Tindak lanjutnya nanti sesuai dengan pemeriksaan. Tentunya proses hukum akan diproses dengan mengacu pada Undang-Undang Perlindungan Anak,” tegas Parman.