x

KPK Lakukan OTT Bupati Muara Enim Edison dengan Dugaan Suap Proyek Dinas Pendidikan

waktu baca 2 menit
Selasa, 9 Jun 2026 11:08 46 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa Bupati Muara Enim, Edison, ke Jakarta setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar di Sumatera Selatan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan dalam perkara dugaan korupsi yang tengah disidik lembaga antirasuah.

Edison tiba di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Selasa (9/6/2026) sekitar pukul 08.51 WIB. Ia mengenakan kemeja berwarna biru dan masker saat memasuki gedung pemeriksaan.

Sejumlah wartawan sempat mengajukan pertanyaan kepada Edison setibanya di lokasi. Namun, kepala daerah tersebut memilih tidak memberikan keterangan dan langsung menuju ruang pemeriksaan.

Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, pada Senin (8/6/2026). Dalam operasi tersebut, tim penyidik mengamankan total 10 orang dari unsur pemerintah daerah dan pihak swasta.

Lima orang yang diamankan berasal dari lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Sementara lima orang lainnya merupakan pihak swasta yang diduga terkait dengan perkara yang sedang diusut.

Edison menjadi salah satu pihak yang diamankan dalam operasi tersebut. Setelah serangkaian pemeriksaan awal dilakukan, KPK menggelar ekspose perkara untuk menentukan langkah hukum berikutnya.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik menemukan bukti awal yang cukup untuk meningkatkan penanganan perkara ke tahap penyidikan. KPK kemudian menetapkan sejumlah pihak sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

“Malam tadi, telah dilakukan ekspose. Maka berdasarkan kecukupan bukti permulaan yang diperoleh, diputuskan perkara ini naik ke tahap penyidikan, untuk kemudian menetapkan para pihak sebagai tersangka,” tutur Budi saat dikonfirmasi, Selasa (9/6/2026).

Menurut Budi, dari 10 orang yang diamankan, lima orang berasal dari unsur Pemerintah Kabupaten Muara Enim, termasuk Edison. Sisanya merupakan pihak swasta yang turut diamankan dalam OTT tersebut.

Meski KPK belum membeberkan identitas seluruh tersangka, lembaga antirasuah itu mengindikasikan bahwa Edison termasuk pihak yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Status hukum tersebut ditetapkan setelah penyidik melakukan gelar perkara dan mengumpulkan alat bukti yang diperlukan.

Dalam penyidikan yang sedang berjalan, KPK menduga terdapat penerimaan suap yang berkaitan dengan proyek pengadaan di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim. Dugaan itu menjadi fokus utama penyidik dalam mengembangkan perkara.

“Dalam perkara ini, dugaan penerimaan yang dilakukan oleh bupati terkait dengan pengadaan-pengadaan di lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muara Enim,” ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo kepada wartawan di Jakarta, Selasa (9/6/2026).

KPK menyatakan telah mengantongi dua alat bukti yang menjadi dasar penetapan Edison sebagai tersangka. Namun, hingga kini lembaga antirasuah tersebut belum mengumumkan secara resmi nilai dugaan suap yang berkaitan dengan proyek pengadaan di Kabupaten Muara Enim.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

23 hours ago
6 days ago
6 days ago
1 week ago
1 week ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit