x

Pemerintah dan BI Siapkan Lima Strategi Redam Pelemahan Rupiah

waktu baca 3 menit
Minggu, 7 Jun 2026 11:18 44 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Pemerintah bersama Bank Indonesia (BI) menyiapkan lima langkah strategis untuk meredam tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang terus mengalami pelemahan. Langkah tersebut merupakan hasil koordinasi antara otoritas fiskal, moneter, dan sejumlah pemangku kepentingan ekonomi guna menjaga stabilitas perekonomian nasional.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi yang kuat meski rupiah menghadapi tekanan di pasar keuangan. Menurutnya, kondisi fiskal pemerintah juga tetap terjaga dengan baik.

Purbaya mengatakan pemerintah akan terus memastikan kebijakan fiskal berjalan secara optimal agar pertumbuhan ekonomi dapat meningkat secara berkelanjutan. Ia menilai stabilitas ekonomi harus dijaga melalui sinergi yang erat antara pemerintah dan bank sentral.

“Fundamental ekonomi kita baik, fiskal juga dalam keadaan yang baik, amat baik malah kalau kita lihat dari acuan-acuan yang ada. Jadi ke depan kita akan fokus memastikan kebijakan fiskal berjalan dengan baik sehingga pertumbuhan kita semakin cepat,” ujar Purbaya, dikutip Minggu (7/6/2026).

Dalam pertemuan koordinasi tersebut, pemerintah dan BI menyepakati lima jurus utama untuk menjaga stabilitas rupiah dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

1. Memperkuat Sinergi Fiskal dan Moneter

Langkah pertama adalah mempererat koordinasi antara pemerintah dan Bank Indonesia. Sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter dinilai penting agar setiap kebijakan yang diterapkan dapat memberikan dampak yang lebih efektif terhadap perekonomian.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus meningkatkan kepercayaan pelaku pasar terhadap prospek ekonomi Indonesia.

2. Menjaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah

Pemerintah dan BI juga akan memperkuat koordinasi dalam menjaga stabilitas kurs rupiah. Nilai tukar yang stabil dinilai memiliki peran penting dalam menjaga inflasi, iklim investasi, dan aktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Stabilitas rupiah juga menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor dalam menempatkan modalnya di pasar domestik.

3. Meningkatkan Daya Tarik Instrumen Keuangan Domestik

Strategi berikutnya adalah meningkatkan daya tarik instrumen keuangan dalam negeri melalui penguatan imbal hasil dan berbagai kebijakan pendukung lainnya. Langkah ini ditujukan untuk menarik aliran modal asing masuk ke Indonesia.

Dengan meningkatnya arus modal masuk, pasokan valuta asing di pasar diharapkan bertambah sehingga dapat membantu menopang pergerakan rupiah.

4. Menjaga Likuiditas Pasar Uang dan Perbankan

Pemerintah dan BI juga akan memastikan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan tetap memadai. Ketersediaan likuiditas yang cukup dinilai penting untuk menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Selain itu, likuiditas yang terjaga dapat mendukung aktivitas pembiayaan dunia usaha dan mengurangi gejolak pasar saat terjadi tekanan dari faktor eksternal.

5. Menjaga Stabilitas Harga dan Daya Beli Masyarakat

Langkah terakhir berfokus pada stabilitas harga barang dan daya beli masyarakat. Purbaya menegaskan nilai tukar yang stabil tidak hanya penting bagi pasar keuangan, tetapi juga berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Penguatan rupiah dapat membantu menekan biaya produksi, terutama bagi industri yang masih bergantung pada bahan baku impor. Dengan demikian, tekanan kenaikan harga barang dapat dikurangi sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.

Pemerintah menilai kelima langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi nasional secara menyeluruh. Melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter, pemerintah berharap perekonomian tetap tumbuh kuat di tengah berbagai tantangan global yang masih berlangsung.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

4 days ago
4 days ago
5 days ago
6 days ago
6 days ago
6 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit