Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Alwi Farhan melanjutkan performa impresif di Singapore Open 2026. (Dok. PBSI) TODAYNEWS.ID — Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Alwi Farhan melanjutkan performa impresif di Singapore Open 2026 setelah memastikan tiket semifinal. Alwi menyingkirkan wakil Jepang Kodai Naraoka dua gim langsung dengan skor 21-12 dan 21-17.
Pertandingan perempat final berlangsung di Singapore Indoor Stadium, Singapura, Jumat (29/5/2026). Alwi mengakhiri laga dalam waktu 56 menit dengan penampilan yang dominan sejak awal pertandingan.
Kemenangan atas Naraoka memperpanjang tren positif Alwi sepanjang Singapore Open 2026. Sebelumnya, pebulu tangkis muda Indonesia itu lebih dulu membuat kejutan besar dengan menumbangkan unggulan pertama dunia asal China Shi Yu Qi.
Saat menghadapi Naraoka, Alwi langsung tampil agresif sejak gim pertama. Setelah duel ketat di awal laga, ia mulai mengambil alih kendali permainan dan unggul 11-6 saat interval.
Selepas jeda, Alwi semakin nyaman mengatur tempo pertandingan. Ia sempat memimpin jauh 16-7 sebelum Naraoka mencoba memperkecil ketertinggalan menjadi 16-12.
Namun, Alwi kembali meningkatkan tekanan dan meraih lima poin beruntun untuk mengunci kemenangan gim pertama 21-12. Permainan cepat dan minim kesalahan menjadi kunci dominasi wakil Indonesia.
Pada gim kedua, Alwi kembali membuka pertandingan dengan sangat baik. Ia langsung unggul 4-0 dan menjaga keunggulan hingga interval dengan skor 11-5.
Naraoka sempat memberikan tekanan selepas jeda dan berhasil menyamakan skor menjadi 16-16 setelah Alwi unggul 16-12. Situasi tersebut membuat pertandingan kembali berjalan ketat.
Meski demikian, Alwi mampu menjaga ketenangan pada poin-poin kritis. Ia kembali menjauh 18-16 sebelum menutup pertandingan dengan kemenangan 21-17.
Hasil tersebut membawa Alwi ke semifinal turnamen level Super 750 untuk pertama kalinya dalam kariernya. Kemenangan itu juga menjaga peluang Indonesia meraih gelar dari sektor tunggal putra.
“Alhamdulillah, senang banget pastinya bisa menang, membalas kekalahan dan ke semifinal pertama di Super 750. Tadi sempat terkejar di gim kedua tapi bisa mengontrol tekanan dan bisa menguasai keadaan,” ujar Alwi.
Alwi mengakui dirinya sempat mengalami tekanan mental setelah berhasil mengalahkan Shi Yu Qi pada babak sebelumnya. Ia takut mengalami antiklimaks saat menghadapi pertandingan berikutnya.
“Hari ini justru saya agak tertekan karena kemarin sudah mengalahkan unggulan pertama, pikirannya terbalik karena ‘oh, sudah ngalahin Shi Yu Qi harusnya bisa menang sama yang lainnya’. Tapi saya mencoba mengontrol dan belajar dari pengalaman,” katanya.
Menurut Alwi, pengalaman menghadapi Naraoka sebelumnya di Kejuaraan Asia membantunya lebih siap menghadapi gaya permainan lawan. Ia menyebut pemain Jepang itu cukup sering memperlambat tempo pertandingan.
“Kodai cukup sering delay the game jadi memang harus sabar, harus siap dengan segala teknis dan non-teknisnya di dalam lapangan. Saya belajar dari pertemuan pertama di Kejuaraan Asia lalu,” ungkap Alwi.
Pada semifinal nanti, Alwi akan menghadapi pemenang laga antara wakil Denmark Anders Antonsen dan pemain Prancis Alex Lanier. Ia memastikan akan fokus menghadapi pertandingan poin demi poin.
Alwi juga mengaku mendapat motivasi besar dari seniornya di tim Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri. Menurutnya, semangat yang ditunjukkan kedua senior tersebut ikut membantunya tampil percaya diri di Singapore Open 2026.