x

Iran Serang Balik Pangkalan AS, Konflik Timur Tengah Kian Panas

waktu baca 3 menit
Kamis, 28 Mei 2026 21:03 24 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Situasi di Timur Tengah kembali memanas setelah Iran meluncurkan serangan balasan yang menargetkan pangkalan udara Amerika Serikat pada Kamis (28/5/2026). Serangan itu disebut sebagai respons atas aksi militer terbaru AS di wilayah selatan Iran.

Pemerintah Iran menilai serangan udara Amerika sebagai pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan kesepakatan gencatan senjata. Eskalasi terbaru tersebut kembali meningkatkan kekhawatiran dunia terhadap pecahnya konflik yang lebih luas di kawasan Teluk.

Ketegangan bahkan mulai menyeret Kuwait yang dikenal sebagai sekutu dekat Amerika Serikat. Situasi itu memunculkan keraguan global terhadap peluang jalur diplomasi untuk mengakhiri perang.

Dikutip NBC News, ketegangan meningkat hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump memberi sinyal bahwa kesepakatan damai masih jauh dari tercapai. Trump menegaskan dirinya tidak akan tergesa-gesa mengambil keputusan terkait konflik tersebut.

Blokade Iran di Selat Hormuz sejak akhir Februari lalu ikut memperparah kondisi global. Penutupan jalur perdagangan minyak itu memicu lonjakan harga minyak, gas alam, pupuk, hingga berbagai kebutuhan pokok di banyak negara.

Di tengah situasi yang semakin sensitif, Trump juga mengeluarkan peringatan keras kepada Oman. Ia meminta Oman tidak membantu Iran dalam mengontrol Selat Hormuz.

“Oman harus bersikap sama seperti yang lain, atau kami terpaksa menghancurkan mereka. Mereka paham hal itu. Mereka akan baik-baik saja,” ujar Trump dalam rapat kabinetnya.

Menurut pejabat militer AS, bentrokan terbaru bermula ketika pasukan Amerika menembak jatuh empat drone tempur milik Iran. Militer AS juga menghancurkan sebuah stasiun kendali darat Iran yang dinilai mengancam keselamatan pasukan dan kapal dagang.

Serangan udara AS dilaporkan terjadi di sekitar Bandar Abbas, kota pelabuhan strategis yang berada dekat Selat Hormuz. Media Iran menyebut serangan tersebut dilakukan setelah kapal perang Amerika mencoba memasuki kawasan selat tanpa izin resmi.

Pihak Pentagon menegaskan operasi tersebut merupakan serangan defensif terbatas dan bukan awal perang besar baru. Amerika mengklaim stasiun kendali Iran dihancurkan setelah intelijen mendeteksi adanya drone kelima yang siap diluncurkan.

Sebagai balasan, Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC langsung menyerang pangkalan udara Amerika yang disebut menjadi sumber serangan. Namun, Iran tidak mengungkap lokasi pangkalan militer AS yang menjadi target.

“Pangkalan udara AS yang diidentifikasi sebagai sumber serangan telah dijadikan target,” demikian pernyataan resmi IRGC yang disiarkan media Iran.

Meski Washington belum memberikan konfirmasi terkait pangkalan militernya yang terkena serangan, militer Kuwait melaporkan adanya ancaman rudal dan drone asing. Sistem pertahanan udara Kuwait disebut berhasil melakukan intersepsi terhadap sejumlah serangan di udara.

Kuwait diketahui menjadi lokasi salah satu pangkalan udara strategis Amerika Serikat di Timur Tengah. Selama konflik berlangsung dalam tiga bulan terakhir, pangkalan itu beberapa kali menjadi target kelompok bersenjata yang didukung Iran.

Setelah bentrokan terbaru tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmail Baghaei mengecam keras tindakan Amerika Serikat.

Iran menegaskan akan mengambil semua langkah yang diperlukan untuk mempertahankan kedaulatan negaranya dan memperingatkan bahwa serangan lanjutan akan dibalas lebih keras.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

8 hours ago
11 hours ago
1 day ago
4 days ago
5 days ago
5 days ago

LAINNYA
x
x
domain