x

IRGC Tegaskan Tidak Ada Perdamaian Selama Rezim Zionis Belum Dihapus dari Peta Kawasan

waktu baca 2 menit
Sabtu, 30 Mei 2026 10:58 38 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Pasukan Garda Revolusi Islam (IRGC), menyampaikan turut berdukacita atas gugurnya dua komandan pemberani Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) baru-baru ini atas serangan tentara rezim Zionis Israel ke wilayah pendudukan (Palestina).

Sebagai informasi, Mujahid Muhammad Awdah (Abu Amr) bersama istri dan ketiga anaknya tewas dalam serangan udara Zionis di Kota Gaza.

Selain itu, komandan Brigade Al-Qassam, Izz al-Din Haddad (Abu Suhaib) yang telah berjuang melawan Zionis selama hampir empat dekade juga gugur atas serangan tersebut.

Melansir Pars Today, pada Sabtu (30/5/2026), dalam pernyataannya IRGC menyebut bahwa serangan tersebut sekali lagi telah membuka kedok sifat biadab rezim Zionis.

Bahkan IRGC juga menegaskan bahwa kawasan tidak akan melihat perdamaian kecuali rezim Zionis dihapuskan.

IRGC juga menyatakan bahwa “perdamaian” yang dibicarakan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump itu tidak lain hanyalah pembantaian, pembunuhan, dan teror.

Pernyataan itu menekankan bahwa daftar kejahatan selama hampir delapan dekade oleh rezim Zionis kembali menegaskan fakta bagi umat manusia, terutama bagi para pengaku hak asasi manusia dan kebebasan bangsa: bahwa kawasan Asia Barat tidak akan melihat perdamaian sampai rezim pembunuh anak yang jahat ini dihapus dari muka bumi.

“Perdamaian yang dibicarakan oleh presiden AS yang jahat dan penjudi itu, tidak lain hanyalah pembantaian, pembunuhan, dan teror,” tegas penyataan tersebut.

Pernyataan itu merujuk pada ketahanan rakyat Gaza dan para pejuang gerakan Hamas, menyatakan bahwa gugurnya para komandan yang mulia ini tidak akan melemahkan perlawanan, tetapi akan memastikan kelanjutan jihad hingga pembebasan Palestina dan Al-Quds.

Pernyataan IRGC ini juga menegaskan sebuah manifesto, bahwa tidak ada kompromi, tidak ada negosiasi yang dapat diterima selama Zionis masih ada.

Pernyataan itu menyerukan bahwa medan perang bukan hanya di Gaza atau Lebanon, tetapi dalam keyakinan bahwa kehancuran Israel adalah prasyarat untuk perdamaian.

“Mereka membunuh para pejuang, membantai keluarga, dan mengira perlawanan akan padam. Namun IRGC mengingatkan: darah yang tertumpah bukanlah akhir. Ia adalah bensin yang menyiram api. Dan api itu, kata mereka, hanya akan padam ketika Israel benar-benar lenyap. Sampah demi sampah, pernyataan ini adalah tantangan tidak hanya bagi Zionis, tetapi bagi seluruh dunia yang masih berdiam diri.”

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 day ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago
6 days ago
6 days ago

LAINNYA
x
x
domain