Beberapa jam sebelum tenggat waktu ultimatum untuk menyerang Iran dengan hebat, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerah dengan mengumumkan persetujuan gencatan senjata. (Ist) TODAYNEWS.ID — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengklaim kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran segera tercapai. Salah satu poin utama dalam rancangan perjanjian itu adalah pembukaan Selat Hormuz tanpa pungutan tarif dari Iran.
Trump mengatakan sebagian besar isi kesepakatan telah berhasil dinegosiasikan. Saat ini, draf perjanjian disebut tinggal menunggu finalisasi dari pihak Amerika Serikat, Iran, dan sejumlah negara lain.
“Sebuah kesepakatan sebagian besar telah dinegosiasikan, dan masih menunggu finalisasi antara Amerika Serikat, Republik Islam Iran, dan berbagai negara lain,” tulis Trump di Truth Social.
Dalam pernyataannya, Trump mengaku telah berkomunikasi dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, serta Raja Yordania, Abdullah II. Ia menyebut pengumuman resmi terkait kesepakatan itu kemungkinan dilakukan dalam waktu dekat.
Trump juga menegaskan bahwa Selat Hormuz akan kembali dibuka sebagai bagian dari kesepakatan tersebut. Jalur pelayaran strategis itu sebelumnya menjadi sorotan karena ketegangan di kawasan Timur Tengah.
“Selain banyak elemen lain dari Perjanjian tersebut, Selat Hormuz akan dibuka,” tulis Trump.
Laporan Axios menyebut draf kesepakatan mencakup perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari. Selain itu, Iran juga disebut akan diizinkan kembali menjual minyak secara bebas ke pasar internasional.
Dalam rancangan tersebut, Iran dikabarkan setuju membuka kembali Selat Hormuz tanpa biaya tol selama periode kesepakatan berlangsung. Teheran juga disebut akan membersihkan ranjau yang telah dipasang di wilayah selat tersebut.
Sebagai imbalan, Amerika Serikat akan mencabut blokade terhadap pelabuhan Iran. Washington juga disebut akan memberikan sejumlah pengecualian sanksi untuk mendukung ekspor minyak Iran.
Pejabat AS menilai langkah tersebut dapat membantu menstabilkan pasokan minyak global. Kesepakatan itu juga diharapkan mampu mencegah konflik di kawasan menjadi semakin luas.
Meski demikian, hingga kini pihak Iran belum memberikan konfirmasi resmi terkait rincian kesepakatan tersebut. Namun, Teheran disebut telah memberi sinyal bahwa negosiasi memang mendekati tahap akhir.
Menurut laporan yang beredar, kedua pihak akan menandatangani nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) yang berlaku selama 60 hari. Masa berlaku itu dapat diperpanjang apabila kedua pihak sepakat melanjutkan kerja sama.
Selain isu pelayaran dan minyak, negosiasi juga mencakup pembahasan program nuklir Iran. Sumber yang mengetahui pembicaraan menyebut Iran telah memberikan komitmen lisan terkait kemungkinan penangguhan pengayaan uranium dan penyerahan material nuklir sebagai bagian dari proses negosiasi lanjutan.