x

Dunia Diambang Krisis Energi, Ketahanan BUMN Diuji

waktu baca 2 menit
Senin, 30 Mar 2026 14:53 25 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat (AS) dan Israel dikhawatirkan akan mengganggu ketahanan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), khususnya yang bergerak di sektor minyak dan gas.

Anggota Komisi VI DPR RI, Rivqy Abdul Halim, menilai ketergantungan Indonesia terhadap impor energi, terutama dari kawasan Timur Tengah, membuat situasi geopolitik global berpotensi langsung berdampak pada stabilitas energi nasional.

“Indonesia masih mengimpor sekitar 20 persen kebutuhan minyak dari Timur Tengah. Ini tentu menjadi tantangan serius jika konflik terus meningkat dan mengganggu rantai pasok global,” kata Rivqy, mengutip dari keterangannya Senin (30/3/2026).

Ia menegaskan, kondisi ini harus menjadi batu ujian bagi kesiapan energi BUMN dalam menghadapi krisis, termasuk kemampuan mitigasi risiko yang matang dan terukur.

“Jangan sampai konflik AS-Iran merugikan rakyat Indonesia. Stabilitas pasokan dan harga energi harus tetap terjaga,” tegasnya.

Menurutnya langkah Pertamina yang mulai melakukan diversifikasi sumber impor minyak sebat antisipatif menghadapi infeksi global sudah tepat.

“Langkah mencari alternatif impor dari kawasan lain saya kira sudah cukup baik. Ini menunjukkan ada upaya mitigasi yang mulai berjalan,” katanya.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa strategi jangka pendek tersebut harus diimbangi dengan langkah-langkah fundamental dalam memperkuat kemandirian energi nasional.

Rivqy pun mendorong sinergi antara pemerintah dan BUMN untuk memperkuat ketahanan energi nasional, baik melalui diversifikasi pasokan, efisiensi distribusi, maupun percepatan pengembangan energi domestik.

“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk berbenah. Ketahanan energi bukan hanya soal pasokan, tapi juga soal kedaulatan dan keberpihakan kepada rakyat,” pungkasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

6 hours ago
10 hours ago
21 hours ago
1 day ago
1 day ago
2 days ago

LAINNYA
x
x