x

Iran Ancam AS dengan Konsekuensi Mematikan Jika Lakukan Invasi Darat ke Teluk Persia

waktu baca 2 menit
Senin, 30 Mar 2026 10:00 24 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Militer Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat terkait potensi invasi darat di kawasan Teluk Persia. Iran menegaskan setiap upaya agresi akan berujung pada konsekuensi mematikan bagi pasukan AS.

Peringatan tersebut disampaikan oleh Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia melalui juru bicaranya, Ebrahim Zolfaqari. Ia menilai rencana operasi darat yang sempat disinggung Presiden AS sebagai langkah berbahaya.

Zolfaqari menyebut wacana invasi darat yang dikaitkan dengan Donald Trump tidak realistis. Ia bahkan memperingatkan bahwa pasukan AS akan menghadapi kehancuran jika memasuki wilayah Iran.

Menurutnya, kepemimpinan AS telah mengambil keputusan yang keliru dalam strategi militer. Ia menilai kondisi tersebut menempatkan pasukan AS dalam situasi berisiko tinggi.

Zolfaqari juga menyebut pasukan AS kini telah menghadapi ancaman serius setiap hari. Hal ini memperkuat klaim Iran bahwa eskalasi konflik akan berdampak besar.

Menanggapi kemungkinan invasi, ia menegaskan kesiapan militer Iran menghadapi berbagai skenario. Iran disebut telah lama mengantisipasi potensi operasi darat.

Ia memperingatkan bahwa setiap agresi akan berujung pada konsekuensi seperti penangkapan dan kehancuran pasukan penyerang. Pernyataan ini menegaskan sikap tegas Iran dalam mempertahankan wilayahnya.

“Tentara AS akan menghadapi kehancuran total jika berani menginjakkan kaki di tanah Iran,” demikian peringatan yang disampaikan Ebrahim dalam video pernyataan resmi yang tersebar di internet. Ia menegaskan ancaman tersebut bukan sekadar retorika.

Zolfaqari bahkan menyatakan pasukan AS bisa menjadi “makanan bagi hiu di Teluk Persia.” Ungkapan tersebut menekankan seriusnya konsekuensi jika invasi benar-benar terjadi.

Ia juga mendesak pemimpin AS untuk mempelajari sejarah Iran. Menurutnya, keputusan yang keliru dapat memicu korban jiwa dalam skala besar.

Di sisi lain, laporan Reuters menyebut Washington telah mengirim ribuan Marinir ke Timur Tengah. Kontingen pertama dilaporkan tiba menggunakan kapal serbu amfibi.

Seorang pejabat AS menyebut Pentagon tengah mempersiapkan kemungkinan operasi darat. Rencana tersebut dapat melibatkan pasukan operasi khusus dan infanteri konvensional.

Meski demikian, hingga kini belum ada keputusan final dari Presiden AS terkait pengerahan pasukan darat. Pemerintah AS masih mempertimbangkan berbagai opsi, termasuk langkah tanpa invasi darat.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 hours ago
5 hours ago
16 hours ago
20 hours ago
1 day ago
2 days ago

LAINNYA
x
x