x

Legislator Ingatkan Dampak Perang Iran Vs AS-Israel Bakal Pengaruhi Ketahanan Energi Nasional

waktu baca 2 menit
Jumat, 13 Mar 2026 19:00 20 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi XII DPR RI Jalal Abdul Nasir, mengingatkan dampak dari ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah, khusunya dampak perang yang terjadi antara Iran, AS-Israel tidak bisa dianggap remeh bagi Indonesia.

Menurutnya dinamika politik yang melibatkan negara-negara kawasan Teluk dinilai berpotensi mempengaruhi ketahanan energi nasional, stabilitas fiskal negara, serta daya beli masyarakat.

“Situasi geopolitik di Timur Tengah tidak dapat dianggap sebagai isu yang jauh dari kepentingan Indonesia. Dampaknya dapat langsung dirasakan pada sektor energi dan ekonomi nasional,” kata Jalal pada Jumat (13/3/2026).

Menurutnya ketergantungan Indonesia terhadap impor energi diketahui masih cukup tinggi. Konsumsi minyak nasional berada pada kisaran 1,5 hingga 1,6 juta barel per hari, sementara produksi domestik masih sekitar 600 ribu barel per hari.

“Artinya, lebih dari 60 persen kebutuhan minyak nasional masih dipenuhi melalui impor, baik dalam bentuk minyak mentah maupun BBM jadi.Kondisi ini membuat Indonesia cukup sensitif terhadap gejolak harga energi global,” jelas Jalal.

Gangguan distribusi energi dunia juga dapat terjadi ketika jalur perdagangan minyak internasional mengalami ketegangan. Salah satu jalur paling strategis yang sering menjadi perhatian global adalah Selat Hormuz.

“Sekitar 20 hingga 30 persen perdagangan minyak dunia melewati Selat Hormuz. Apabila terjadi gangguan distribusi di kawasan tersebut, harga minyak global hampir pasti terdorong naik,” ungkap legislator PKS itu.

Dampak kenaikan harga minyak dunia diketahui dapat mempengaruhi kondisi fiskal Indonesia. Dalam Anggaran Struktur Pendapatan dan Belanja Negara, sektor energi masih menjadi komponen yang cukup sensitif terhadap perubahan harga minyak.

“Setiap kenaikan sekitar USD10 per barel berpotensi meningkatkan beban subsidi dan penghematan energi hingga triliunan rupiah. Pola ini sudah beberapa kali terjadi ketika eskalasi geopolitik meningkat,” pungkas Jalal.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

6 hours ago
1 day ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago
3 days ago

LAINNYA
x
x