x

Iran Blokade Selat Hormuz, Hanya Kapal China dan Rusia Diizinkan Melintas

waktu baca 2 menit
Senin, 9 Mar 2026 13:57 39 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Pemerintah Iran mengumumkan kebijakan blokade total Selat Hormuz bagi lalu lintas maritim internasional. Dalam kebijakan tersebut, hanya kapal dari China dan Rusia yang diperbolehkan melintas di jalur pelayaran strategis itu.

Pengumuman tersebut disampaikan pemerintah Iran melalui media resmi negara. Kebijakan itu diumumkan di tengah meningkatnya ketegangan konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Dikutip dari republicworld.com pada Senin (9/3/2026), Teheran menyebut langkah tersebut sebagai strategi geopolitik sekaligus bentuk apresiasi kepada dua negara mitra. Iran menilai China dan Rusia telah memberikan dukungan diplomatik serta ekonomi selama konflik berlangsung.

Pemerintah Iran menegaskan bahwa sikap kedua negara tersebut berbeda dari negara Barat. Beijing dan Moskwa dinilai tetap mendukung Iran di berbagai forum internasional.

Selain itu, China dan Rusia juga tidak ikut serta dalam kebijakan sanksi yang dijatuhkan negara Barat terhadap Iran. Sikap tersebut kemudian menjadi alasan utama pemberian akses khusus bagi kapal kedua negara itu.

Dengan diberlakukannya kebijakan ini, Selat Hormuz secara efektif tertutup bagi sebagian besar armada internasional. Jalur pelayaran yang selama ini menjadi rute utama energi dunia kini hanya dapat dilintasi kapal tertentu.

Otoritas Iran menegaskan bahwa kapal berbendera China dan Rusia menjadi satu-satunya yang diperbolehkan melintas. Kapal dari negara lain tidak akan diizinkan memasuki jalur tersebut.

Larangan itu juga mencakup berbagai jenis kapal internasional. Kapal tanker minyak, pengangkut gas alam cair (LNG), hingga kapal kargo termasuk dalam kategori yang tidak diizinkan melintas.

Untuk menegakkan kebijakan tersebut, Iran memberikan kewenangan kepada unit angkatan laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC). Pasukan ini bertugas mengawasi dan mengambil tindakan terhadap kapal yang melanggar aturan.

“Pasukan kami diberi wewenang untuk menargetkan dan menghentikan setiap kapal yang melanggar aturan tersebut,” demikian pernyataan pejabat Iran.

Selat Hormuz selama ini dikenal sebagai jalur pelayaran yang sangat vital bagi perdagangan energi global. Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia dan sebagian besar pengiriman gas alam cair melewati perairan sempit tersebut.

Para analis pasar energi memperingatkan dampak kebijakan ini terhadap stabilitas pasar global. Blokade selektif tersebut berpotensi memicu lonjakan harga minyak dan gas jika berlangsung dalam waktu lama.

Di sisi lain, keputusan Iran juga menempatkan China dan Rusia dalam posisi yang cukup kompleks. Kedua negara kini memperoleh akses eksklusif sekaligus berpotensi memainkan peran sebagai mediator dalam konflik yang sedang berlangsung.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

22 hours ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago
2 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x