Bendera Inggris, Jerman dan Prancis. TODAYNEWS.ID — Ketegangan di Timur Tengah kian meluas setelah tiga negara Eropa menyatakan kesiapan mengambil langkah terhadap Iran. Prancis, Jerman, dan Inggris menyebut siap membela kepentingan mereka dan sekutu di kawasan Teluk.
Pernyataan itu muncul di tengah konflik yang juga melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Ketiga negara Eropa tersebut menyebut akan mengambil “tindakan defensif” jika diperlukan.
Para pemimpin Prancis, Jerman, dan Inggris mengaku terkejut atas serangan rudal yang diluncurkan Iran. Mereka menilai serangan itu tanpa pandang bulu dan tidak proporsional terhadap negara-negara di kawasan.
“Serangan sembrono Iran telah menargetkan sekutu dekat kami dan mengancam personel militer dan warga sipil kami di seluruh wilayah,” kata ketiganya dalam sebuah pernyataan dimuat AFP, Senin (2/3/2026). Mereka juga mendesak Teheran menghentikan aksi tersebut.
“Kami menyerukan kepada Iran untuk segera menghentikan serangan-serangan sembrono ini,” tambahnya. Seruan itu disampaikan bersamaan dengan peringatan akan adanya respons lanjutan.
“Kami akan mengambil langkah-langkah untuk membela kepentingan kami dan sekutu kami di kawasan ini, berpotensi melalui pengaktifan tindakan defensif yang diperlukan dan proporsional untuk menghancurkan kemampuan Iran menembakkan rudal dan drone ke sumbernya,” kata pernyataan Prancis-Jerman-Inggris.
Ketiganya juga menyatakan akan berkoordinasi dengan Washington dan sekutu regional.
“Kami telah sepakat untuk bekerja sama dengan AS dan sekutu di kawasan ini dalam masalah ini.” Pernyataan tersebut menandai kemungkinan keterlibatan yang lebih luas dalam konflik yang berkembang.
Iran sebelumnya meluncurkan serangkaian serangan rudal dan drone ke beberapa negara Teluk. Teheran menyatakan target serangan adalah pangkalan Amerika Serikat sebagai respons atas serangan gabungan AS-Israel sejak Sabtu.
Menurut juru bicara tentara Jerman, “Serangan Iran telah menghantam pangkalan militer multinasional di dekat Arbil di Irak utara, dan kamp tentara Jerman di timur Yordania.” Ia menambahkan bahwa tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut.
Sebelumnya, Garda Revolusi Iran (IRGC) mengumumkan serangan “skala besar” pada Minggu. Ledakan dilaporkan terdengar di Riyadh, Dubai, Abu Dhabi, Doha, Manama, Yerusalem, dan Tel Aviv.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut pembunuhan Ali Khamenei sebagai “deklarasi perang terhadap Muslim”. Ia memperingatkan bahwa “Iran menganggapnya sebagai kewajiban dan hak yang sah untuk membalas dendam terhadap para pelaku dan dalang kejahatan bersejarah ini”.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan sikap pemerintahnya dalam wawancara dengan media AS.
“Kami membela diri kami sendiri dengan cara apa pun, dan kami tidak melihat batasan bagi diri kami sendiri untuk membela rakyat kami, untuk melindungi rakyat kami,” katanya kepada ABC News.