x

Gelombang Demonstrasi Pecah di Iran Usai Pengumuman Gugurnya Khamenei

waktu baca 2 menit
Minggu, 1 Mar 2026 20:49 17 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Demonstrasi pecah pada Minggu (1/3/2026) di berbagai kota di Iran setelah pengumuman gugurnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan militer AS dan Israel. Perkembangan ini secara dramatis meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Warga turun ke jalan sebagai respons atas kabar kematian Khamenei. Aksi berlangsung di sejumlah pusat kota dengan pengamanan ketat.

Media Iran melaporkan para demonstran membawa bendera nasional saat berkumpul. Mereka menyuarakan kesedihan atas wafatnya pemimpin tertinggi tersebut.

Di Teheran, ratusan orang memadati Lapangan Inkilap. Massa mengibarkan bendera dan poster Khamenei sambil meneriakkan slogan yang mengutuk AS dan Israel.

Aksi serupa terjadi di kota suci Qom. Ratusan warga berkumpul di makam Hazrat Masume untuk mengecam serangan tersebut.

Di Mashhad, para pelayat menunjukkan duka dengan membentangkan bendera hitam di atas kubah Makam Imam Reza. Banyak warga terlihat meneteskan air mata di sekitar kompleks makam yang menjadi salah satu situs keagamaan paling dihormati di Iran.

Sebelumnya, media pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa Khamenei kehilangan nyawanya dalam serangan AS-Israel. Mereka menyatakan bahwa “pemimpin revolusi Islam Iran telah mencapai kemartiran.”

Pemerintah kemudian menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari. Pemerintah juga mengumumkan tujuh hari sebagai hari libur resmi.

Menurut pejabat Iran, Khamenei berada di kantornya di Teheran saat serangan terjadi pada Sabtu pagi. Serangan tersebut disebut langsung mengenainya hingga menewaskannya.

Media pemerintah Iran membantah klaim bahwa Khamenei bersembunyi di bawah tanah saat serangan berlangsung. Mereka menegaskan bahwa ia “sedang menjalankan tugasnya, berada di tengah masyarakat” pada saat itu.

Media tersebut menggambarkan kematian Khamenei sebagai cerminan kepemimpinan publiknya sepanjang hidup. Narasi itu menekankan perannya sebagai pemimpin yang aktif hingga akhir hayat.

Sumber-sumber Iran juga melaporkan sejumlah anggota keluarga Khamenei turut menjadi korban. Disebutkan putri, menantu laki-laki, cucu, dan menantu perempuan termasuk di antara yang tewas.

Serangan itu juga menimbulkan korban sipil lebih luas. Laporan Bulan Sabit Merah Iran menyebut 201 orang tewas dan 747 lainnya luka-luka akibat rangkaian serangan tersebut.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 hours ago
5 hours ago
13 hours ago
1 day ago

LAINNYA
x
x