x

Dino Patti Djalal Nilai Rencana Mediasi Prabowo ke Teheran Tidak Realistis

waktu baca 3 menit
Minggu, 1 Mar 2026 15:17 30 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal, mengomentari pernyataan pemerintah Indonesia terkait kesiapan Presiden menjadi penengah konflik. Ia menilai gagasan tersebut tidak realistis dalam situasi saat ini.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyampaikan bahwa Presiden RI siap terbang ke Teheran untuk memediasi konflik. Presiden yang dimaksud adalah Prabowo Subianto.

Dalam pernyataannya di akun Instagram resminya @dinopattidjalal, Dino menyebut Amerika Serikat jarang menerima mediasi saat melancarkan serangan militer. Ia menilai karakter kebijakan luar negeri AS cenderung tidak membuka ruang campur tangan pihak ketiga.

“Ego Amerika sebagai negara super power terlalu tinggi untuk menerima itu. Dan saya juga meyakini Presiden Trump tidak mau Indonesia ikut campur karena mood-nya pada saat ini sedang gelap mata menumbangkan pemerintah Iran,” kata Dino, dikutip Minggu (1/3/2026).

Dino menambahkan, berdasarkan informasi dari rekannya di Washington DC, serangan AS terhadap Iran memiliki dimensi lain. Ia mengaitkan serangan itu dengan isu Epstein Files.

“Yang sekarang semakin merongrong pribadi Presiden Donald Trump,” ujarnya.

Menurut Dino, hubungan Indonesia dan Iran belakangan ini juga tidak menunjukkan kedekatan khusus. Ia menyebut dalam 15 bulan terakhir Presiden Prabowo tidak pernah bertemu Presiden Iran.

Ia juga menyatakan tidak ada kunjungan resmi ke Teheran dalam periode tersebut. Pertemuan bilateral di negara ketiga pun disebut tidak pernah terjadi.

“Dan tak pernah ada pertemuan bilateral antara kedua pemimpin di negara ketiga misalnya sewaktu KTT BRICS atau sewaktu KTT D-8. Menlu Sugiono juga tidak pernah melakukan kunjungan bilateral ke Teheran, walaupun pernah bertemu sekali dengan Menlu Iran di Jenewa. Dengan kata lain, belum ada kedekatan atau trust dari pemerintah Iran terhadap pemerintah Indonesia sekarang ini,” ucapnya.

Dino berpandangan rencana mediasi juga sulit terealisasi secara teknis. Ia menilai tidak mungkin Presiden AS bersedia datang ke Teheran sebagai pihak yang menyerang Iran.

“Ini tidak realistis dan tidak akan mungkin terjadi,” katanya.

Ia juga menyoroti kemungkinan Presiden Prabowo harus bertemu Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebagai pihak utama dalam serangan ke Iran. Menurutnya, langkah itu berisiko secara politik di dalam negeri.

“Ini kan secara politik, diplomatik, dan logistik tidak mungkin terjadi dan ini akan menjadi bunuh diri politik bagi Presiden Prabowo di dalam negeri. Jadi saya sungguh tidak tahu dari mana datangnya ide yang menakjubkan ini agar Presiden terbang ke Teheran untuk menjadi mediator konflik segitiga ini,” kata Dino.

Sebelumnya, Kemlu menegaskan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara. Pemerintah juga menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog.

“Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi,” ujar Kemlu dalam pernyataannya di akun X.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

8 hours ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago

LAINNYA
x
x