Pegawai menunjukkan uang rupiah dan dolar AS. (Foto: Antara) TODAYNEWS.ID – Nilai tukar rupiah pada pembukaan perdagangan di Jakarta, Rabu, tercatat melemah 19 poin atau 0,11 persen menjadi Rp16.848 per dolar AS, dari posisi sebelumnya Rp16.829 per dolar AS.
Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar global menjelang agenda penting dari Amerika Serikat. Sentimen eksternal kembali menjadi faktor dominan yang memengaruhi pergerakan mata uang Garuda.
Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, menjelaskan bahwa tekanan terhadap rupiah dipicu sikap wait and see investor menjelang pidato Presiden AS, Donald Trump.
“Para pelaku pasar memantau dengan cermat potensi perkembangan kebijakan perdagangan AS dan tindakan lebih lanjut di Timur Tengah,” ujarnya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.
Mengutip Xinhua, Trump dijadwalkan menyampaikan pidato Kenegaraan (State of the Union/SOTU) pada Selasa malam waktu AS. Dalam pidato tersebut, ia diperkirakan akan memaparkan berbagai capaian sejak kembali menjabat untuk periode keduanya, meskipun saat ini tengah menghadapi tren penurunan tingkat persetujuan publik.
Ini akan menjadi pidato SOTU pertama Trump sejak kembali ke Gedung Putih. Pada Maret 2025, Trump sebenarnya telah berpidato di hadapan sidang gabungan Kongres, namun saat itu tidak secara resmi dikategorikan sebagai pidato kenegaraan karena disampaikan tidak lama setelah pelantikan.
Pidato SOTU kali ini berlangsung di tengah merosotnya approval rating presiden dalam beberapa bulan terakhir. Berdasarkan jajak pendapat terbaru, hanya 32 persen warga Amerika yang menilai Trump memiliki prioritas yang tepat, sementara 68 persen menyatakan ia belum cukup fokus pada persoalan utama negara.
Situasi tersebut memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap arah kebijakan ekonomi dan perdagangan AS ke depan. Akibatnya, permintaan terhadap dolar AS meningkat sebagai aset safe haven.
“Kehati-hatian yang meningkat mendukung permintaan terhadap dolar AS, yang menguat terhadap sebagian besar mata uang utama, termasuk rupiah,” ungkap Josua.
Berdasarkan dinamika tersebut, rupiah diperkirakan bergerak dalam rentang Rp16.775 hingga Rp16.900 per dolar AS dalam perdagangan hari ini.
Dengan sentimen global yang masih kuat memengaruhi pasar domestik, pelaku pasar akan terus mencermati perkembangan kebijakan AS serta respons pasar internasional dalam beberapa waktu ke depan.