x

Menteri KKP: Tiga Pegawai dalam Pesawat ATR 42-500 Jalani Misi Pengawasan

waktu baca 2 menit
Minggu, 18 Jan 2026 09:51 41 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengonfirmasi keberadaan tiga pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di dalam pesawat ATR 42-500. Pesawat tersebut dilaporkan hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan.

Trenggono menyampaikan duka cita mendalam atas dugaan jatuhnya pesawat tersebut. Ia menyatakan kehadirannya untuk memberikan klarifikasi atas informasi yang beredar di masyarakat.

“Kehadiran kami saat ini adalah melakukan klarifikasi terkait adanya informasi yang beredar di masyarakat mengenai logo KKP,” kata Trenggono saat konferensi pers di Kementerian KKP, Jakarta, Sabtu 17 Januari 2026. Ia menegaskan bahwa informasi mengenai keberadaan pegawai KKP dalam pesawat tersebut adalah benar.

“Perlu disampaikan bahwa benar terdapat pegawai KKP dalam pesawat tersebut,” ujar Trenggono. Menurut dia, ketiga pegawai tersebut tengah menjalankan tugas resmi dari kementerian.

Trenggono menjelaskan, misi yang dijalankan berkaitan dengan pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan. Pengawasan tersebut dilakukan melalui operasi udara.

“Mereka melakukan misi pengawasan sumber daya KKP melalui udara,” kata Trenggono. Ia menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari air surveillance di wilayah pengelolaan perikanan Republik Indonesia.

Adapun identitas pegawai pertama adalah Ferry Irawan. Ia berpangkat Penata Muda Tingkat I dan menjabat sebagai analis kapal pengawas.

Pegawai kedua bernama Deden Mulyana. Ia juga berpangkat Penata Muda Tingkat I dan bertugas sebagai pengelola barang milik negara.

Sementara pegawai ketiga adalah Yoga Naufal. Ia menjalankan tugas sebagai operator foto udara dalam misi tersebut.

Trenggono menyampaikan rasa prihatin atas kejadian yang menimpa seluruh penumpang dan kru pesawat. Ia berharap proses pencarian dapat segera membuahkan hasil.

“Kami terus terang sedih dan prihatin serta berdoa yang terbaik untuk para penumpang dan kru pesawat tersebut,” ucap Trenggono. Ia menyatakan kementerian terus memantau perkembangan penanganan kejadian tersebut.

Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 dinyatakan hilang kontak saat akan mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (17/1/2026) siang.

Pesawat tersebut diketahui melakukan penerbangan dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta menuju Makassar. Hingga kini, proses pencarian masih terus berlangsung.

Pesawat yang dilaporkan hilang kontak itu merupakan ATR 42-500. Pesawat tersebut tercatat sebagai buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

2 hours ago
11 hours ago
11 hours ago
24 hours ago

LAINNYA
x
x