x

Kementan Kucurkan Rp5 T untuk Rehabilitasi Sawah Rusak, Komisi IV: Harus Tepat Sasaran

waktu baca 2 menit
Jumat, 16 Jan 2026 14:56 19 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi IV DPR RI Usman Husin, meminta Kementerian Pertanian (Kementan) menjelaskan terkait pelaksanaan program bantuan rehabilitasi sawah rusak akibat bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sebesar Rp5 triliun.

Menurutnya program ini membutuhkan pengawasan ketat sehingga rehabilitasi sawah di daerah bencana bisa kembali menjadi lumbung pangan masyarakat.

“Kementan harus menjelaskan detail pelaksanaan program tersebut sehingga publik bisa bersama-sama mengawal dan mengurangi potensi penyalahgunaan program,” ujar Usman Husin, dalam keterangan yang diterima, Jumat (16/1/2026).

Usman menjelaskan rehabilitasi sawah bukan sekadar program teknis pertanian, melainkan langkah strategis untuk menyelamatkan keberlangsungan hidup petani pascabencana.

Karena itu, Ia pun mendorong agar pemerintah melibatkan pemerintah daerah dan kelompok tani dalam proses pendataan dan pelaksanaan rehabilitasi ini.

Sehingga kata Usman, program tersebut benar-benar berbasis kebutuhan di lapangan dan tidak menimbulkan masalah baru di kemudian hari.

“Namun negara harus memastikan bantuan ini benar-benar sampai kepada petani yang membutuhkan, bukan berhenti di level administrasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, bencana banjir dan longsor tidak hanya merusak lahan pertanian, tetapi juga menghancurkan hasil panen, benih yang telah ditanam, serta sarana produksi pertanian lainnya.

Kondisi ini lanjut politikus PKB itu, membuat para petani mengalami kerugian berlapis dan berada dalam situasi yang sangat rentan secara ekonomi.

“Petani kehilangan panen, kehilangan modal, dan kehilangan waktu tanam. Tanpa bantuan negara, mereka akan kesulitan bangkit karena biaya untuk memperbaiki sawah, membeli bibit, pupuk, dan sarana produksi lainnya tidaklah kecil,” jelasnya.

Lebih lanjut, Usman mengingatkan bahwa rehabilitasi sawah juga merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam melindungi kelompok rentan.

Petani, kata dia, sering kali menjadi pihak yang paling terdampak bencana, namun paling lambat menerima pemulihan.

“Bantuan ini bukan sekadar soal pertanian, tetapi soal keadilan sosial. Negara harus hadir memastikan petani tidak dibiarkan menanggung dampak bencana sendirian. Jika petani tidak segera dibantu, maka kemiskinan di pedesaan akan semakin dalam dan kesenjangan ekonomi makin melebar,” tegas Usman.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

4 hours ago
20 hours ago
1 day ago
2 days ago

LAINNYA
x
x