x

UPI Wisuda 7.000 Lulusan, Rektor Beri Pesan Tak Ada Toleransi bagi Pelaku Perundungan

Laporan: Asep Awaludin

waktu baca 3 menit
Selasa, 13 Okt 2026 18:04 38

TODAYNEWS.ID – Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menggelar Wisuda Gelombang 4 Tahun 2026 selama empat hari dengan jumlah lulusan lebih dari 7.000 orang. Pada hari pertama, Selasa (13/10/2026), sekitar 1.900 lulusan mengikuti prosesi wisuda.

Rektor UPI Prof. Dr. H. Didi Sukyadi, M.A., mengatakan pelaksanaan wisuda hari pertama berlangsung lancar. Ia berharap para lulusan mampu menjadi pribadi mandiri sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Insya Allah mereka akan bisa berkiprah di masa yang akan datang. Pertama, mereka bisa mandiri, menghidupi dirinya masing-masing, kemudian juga turut menyejahterakan masyarakat yang ada di sekitarnya,” ujar Didi.

Di tengah perubahan global dan pesatnya perkembangan teknologi, Didi mengingatkan para lulusan agar mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan, mulai dari dinamika geopolitik hingga perubahan iklim (climate change).

Menurutnya, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), turut mengubah pola kehidupan dan kebutuhan dunia kerja. Kondisi tersebut berpotensi menghilangkan sejumlah pekerjaan, tetapi sekaligus membuka peluang profesi baru.

“Jadi ada sejumlah pekerjaan yang akan hilang karena adanya teknologi, seperti AI, tapi ada juga sejumlah pekerjaan yang berpeluang muncul,” tuturnya.

Karena itu, Didi menekankan pentingnya penguasaan keterampilan teknis (hard skills) yang diimbangi keterampilan nonteknis (soft skills). Kemampuan kepemimpinan, pengendalian emosi, dan membangun jejaring dinilai menjadi bekal penting bagi lulusan untuk menghadapi persaingan kerja.

“Bukan semata-mata mereka menguasai hard skill, hard science, tapi yang penting juga penguasaan soft skill,” katanya.

Tolak Perundungan

Selain menyampaikan pesan kepada para lulusan, Didi menegaskan bahwa UPI tidak menoleransi tindakan perundungan, baik di lingkungan universitas maupun sekolah laboratorium (lab school) yang berada di bawah pembinaan kampus.

“Kalau UPI sejak dulu sampai sekarang tidak menolerir sedikit pun terkait dengan perundungan, baik perundungan di sekolah, di sini kita ada lab school, maupun di tingkat universitas,” tegasnya.

Untuk mencegah kejadian serupa, UPI menginstruksikan jajaran pimpinan, mulai dari tingkat program studi hingga fakultas, agar terus melakukan pengawasan. Kampus juga mengingatkan mahasiswa bahwa perundungan dalam bentuk apa pun tidak dapat dibenarkan, termasuk tindakan verbal di dunia nyata maupun melalui media digital.

Didi mengingatkan bahwa perundungan dapat meninggalkan dampak psikologis yang mendalam bagi korban. Dalam kasus tertentu, tindakan tersebut bahkan dapat berujung pada kematian.

“Karena itu bisa menimbulkan luka yang mendalam bagi pihak yang dirundung. Bahkan tidak jarang selain merusak mental, perundungan itu bisa menyebabkan kematian,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, UPI memiliki mekanisme penanganan untuk menindaklanjuti dugaan perundungan sesuai dengan pihak yang terlibat. Pelanggaran yang dilakukan mahasiswa ditangani melalui Komisi Disiplin (Komdis), sedangkan dugaan pelanggaran oleh dosen dan tenaga kependidikan dapat ditangani melalui Komisi Etik.

Adapun penanganan di lingkungan sekolah dilakukan melalui mekanisme yang berlaku, dengan melibatkan guru, wakil kepala sekolah, dan kepala sekolah. Didi juga menjelaskan bahwa Rektor UPI memiliki kedudukan sebagai Ketua Dewan Pembina secara ex officio dalam yayasan yang berada di lingkungan UPI sehingga dapat melakukan intervensi apabila ditemukan persoalan yang memerlukan penanganan.

Terkait sanksi, Didi menegaskan bahwa pelaku perundungan dapat dikenai hukuman berat hingga dikeluarkan dari kampus.

“Sanksinya bisa dikeluarkan dari kampus kalau terjadi perundungan. Perundungan itu tidak terbatas fisik, tetapi juga perundungan dalam bentuk verbal,” pungkasnya. ***

Editor: Azis Arriadh

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

14 hours ago
14 hours ago
1 week ago
1 week ago
2 weeks ago
2 weeks ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor