x

TNI AL Sebut Bisa Panen Dua Sampai Empat Ton Kedelai di Setiap Wilayah

waktu baca 2 menit
Sabtu, 23 Mei 2026 11:31 21 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul mengatakan pihaknya telah berhasil memanen kedelai sebanyak dua hingga empat ton di sejumlah daerah.

Panen kedelai tersebut merupakan hasil optimalisasi lahan tidur yang dilakukan TNI AL dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

“Sebagai gambaran di beberapa lahan TNI AL seperti Lampung yang panen pada Oktober 2025 dengan luas lahan 30 hektare, mampu menghasilkan panen kedelai 4 ton per hektare,” kata Tunggul kepada ANTARA di Jakarta, Sabtu.
“Sedangkan pekan lalu di Nganjuk Jawa Timur dengan luas lahan 400 hektare, estimasi hasil panen 1,5 hingga 2 ton per hektare,” ujar Tunggul menambahkan.

Menurut Tunggul, keberhasilan panen yang dicapai personel TNI AL merupakan bagian dari pelaksanaan instruksi Kementerian Pertahanan yang menugaskan angkatan laut untuk fokus pada budidaya kedelai.

Hasil panen tersebut, lanjut Tunggul, kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat untuk kebutuhan konsumsi pribadi maupun dijual kembali sehingga memberikan nilai ekonomi.

Hingga kini, Tunggul memastikan kegiatan penanaman kedelai oleh prajurit TNI AL masih terus berlangsung di sejumlah wilayah.

Dengan langkah tersebut, kedelai dari lahan yang dikelola TNI AL diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin mengatakan pihaknya telah membagi tugas kepada TNI AD dan TNI AL dalam menjalankan program ketahanan pangan.

“Kami sudah melakukan pembagian tugas, bahwa untuk Angkatan Darat tugasnya adalah pertanian, jagung, dan padi, selain palawija. Angkatan Laut adalah kedelai,” kata Sjafrie saat menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR RI di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (19/5).

Menurut Sjafrie, TNI AL diberikan tanggung jawab untuk menanam kedelai karena selama ini Indonesia masih bergantung pada produk impor untuk memenuhi kebutuhan nasional sebanyak dua ton.

Padahal, dia mengaku menerima informasi bahwa kedelai yang didatangkan dari luar negeri ke Indonesia selama ini merupakan bahan dasar pakan ternak.

“Jadi, bisa dibayangkan, kita impor kedelai itu makanan ternaknya orang di luar. Sekarang, Angkatan Laut dengan dua kali panen, dia sudah mempunyai kualitas bibit kedelai, yang tidak lagi istilah makanan ternak itu,” kata dia dalam rapat tersebut.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 day ago
2 days ago
3 days ago
5 days ago
5 days ago
6 days ago

LAINNYA
x
x