x

Presiden Jerman Sebut Agresi AS-Israel terhadap Iran Sebagai “Kesalahan Politik yang Fatal”

waktu baca 2 menit
Jumat, 22 Mei 2026 23:30 26 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Presiden Jerman, Frank-Walter Steinmeier, akhirnya mengambil sikap tegas terhadap agresi militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Republik Islam Iran.

Ia menyebut konflik tersebut sebagai “perang yang sebenarnya dapat dihindari dan tidak perlu,” kata Steinmeier seperti dilaporkan kantor berita Press TV, Jumat (22/5/2026).

Menurut Steinmeier keputusan sepihak pemerintahan Donald Trump di masa lalu menjadi akar masalah ketidakstabilan saat ini di kawasan Asia Barat.

Steinmeier, yang secara pernah terlibat dalam negosiasi Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) pada tahun 2015 saat menjabat sebagai Menteri Luar Negeri, menyayangkan runtuhnya kesepakatan tersebut.

“Jika perjanjian tahun 2015 dengan Iran dipertahankan, maka konsekuensi yang kita saksikan saat ini dapat dicegah,” kata Steinmeier.

Ia juga menambahkan beberapa poin krusial secara blak-blakan yang menyebut bahwa perang tersebut sebagai “kesalahan politik yang membawa bencana dan kekeliruan politik yang fatal.”

Presiden Jerman juga menegaskan tak pembenaran bagi AS dan Israel atas agresinya terhadap Iran, “tidak masuk akal” dan merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional.

Pernyataan Presiden Steinmeier merupakan keretakan signifikan dalam kedok dukungan Barat terhadap aliansi AS-Israel.

Retaknya Dukungan Barat dan Isolasi Internasional

Pernyataan keras dari kepala negara Jerman ini menandai adanya keretakan signifikan dalam solidaritas Barat yang biasanya mendukung aliansi AS-Israel.

Dengan mengakui bahwa diplomasi melalui JCPOA dapat mencegah krisis, Steinmeier secara tidak langsung memvalidasi posisi konsisten Teheran.

Selama ini, Iran selalu menegaskan bahwa jalan menuju perdamaian regional adalah melalui diplomasi dan penghormatan terhadap hak kedaulatan, bukan lewat sanksi ekonomi dan bom.

Catatan Sejarah Kesepakatan

Republik Islam Iran dinilai selalu memenuhi komitmennya terhadap JCPOA—sebagaimana berulang kali dikonfirmasi oleh Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Sebaliknya, Washington dan sekutunya dinilai kerap melanggar hukum internasional melalui sanksi, sabotase, hingga agresi militer terang-terangan.

Intervensi terbuka dari Presiden Steinmeier ini menjadi sinyal kuat atas semakin meningkatnya isolasi internasional terhadap aksi militer yang dilakukan oleh AS dan Israel di kawasan tersebut.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

15 hours ago
1 day ago
3 days ago
4 days ago
4 days ago
5 days ago

LAINNYA
x
x