x

Timwas Haji DPR Desak Penguatan Logistik dan Transportasi bagi Jemaah Indonesia di Tanah Suci

waktu baca 2 menit
Selasa, 19 Mei 2026 23:00 17 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Anggota Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI 2026 dari Fraksi PKB, Neng Eem Marhamah Zulfa, mendesak Kementerian Haji dan Umrah untuk memperketat dan memperkuat layanan bagi jemaah haji Indonesia menjelang fase puncak Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

Menurutnya urusan konsumsi logistik dan kesiapan armada transportasi menjadi dua titik paling krusial yang wajib diantisipasi agar tidak terjadi kekacauan di lapangan.

“Kami meminta Kementerian Haji dan Umrah memperkuat layanan kepada jemaah haji Indonesia, khususnya menjelang pelaksanaan puncak haji. Dua persoalan yang menurut kami sangat krusial adalah konsumsi dan transportasi,” tegas Neng Eem di Mekkah, Arab Saudi, Selasa (19/5/2026).

Legislator asal Jawa Barat ini mewanti-wanti pihak penyedia katering agar mendistribusikan makanan secara tepat waktu.

Ia tidak ingin mendengar adanya laporan jemaah haji Indonesia yang kelaparan atau telat makan akibat karut-marut yang didistribusikan di tenda-tenda maktab.

“Kami meminta agar tidak ada jemaah haji yang terlambat menerima makanan atau bahkan tidak mendapatkan konsumsi saat puncak haji. Mohon pastikan hal ini terpenuhi dengan baik. Makanan yang diterima jemaah juga harus sesuai standar serta memiliki cita rasa khas Indonesia,” cetusnya.

Di sektor transportasi, Neng Eem meminta kepastian sistem jemput-antar jemaah dari hotel di Mekkah menuju Arafah, hingga pergeseran ke Muzdalifah dan Mina berjalan mulus. Evaluasi dari musim haji sebelumnya harus menjadi pelajaran berharga.

“Kami meminta agar tidak ada lagi jemaah yang harus berjalan kaki dari Muzdalifah ke Mina saat puncak haji. Pastikan transportasi tersedia secara memadai bagi jemaah haji Indonesia. Pelayanan terbaik harus diberikan kepada seluruh jemaah,” papar Neng Eem.

Menyikapi keterbatasan ruang di Mina, Timwas DPR mendorong optimalisasi kapasitas tenda serta sosialisasi masif jika skema Murur (melintas di Muzdalifah tanpa turun dari bus) dan Tanazul (pemulangan jemaah ke hotel lebih awal) diterapkan pada musim haji 2026 ini.

Menurut Neng Eem, ada tiga catatan penting yang harus dipastikan aman oleh petugas. Pertama, jemaah yang masuk skema murur harus dipastikan tetap berada di dalam bus saat melintasi Muzdalifah dan langsung diarahkan ke Mina demi mengurai kepadatan.

Kedua, untuk skema tanazul harus dipastikan kesiapan sarana, prasarana, dan sinkronisasi data jemaah sakit atau lansia bisa diprioritaskan agar tidak membingunkan di lapangan.

Selanjutnya yang terakhir, ia menekankan pasokan dan kesiapan dari tim medis di pos-pos strategi Armuzna wajib siaga 24 jam.

“Haji tahun ini menjadi momentum untuk memastikan pelayanan kepada jemaah berjalan maksimal. Kami mohon dipastikan pelayanan kesehatan memadai dan obat-obatan tersedia jika dibutuhkan,” tutupnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 day ago
1 day ago
2 days ago
7 days ago
1 week ago
1 week ago

LAINNYA
x
x