x

Soroti Trauma Anak Korban Amuk Massa di Bali, DPR Dorong Pendampingan Intensif

waktu baca 2 menit
Selasa, 28 Jul 2026 19:24 31 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi XIII DPR RI, Rofik Hananto, mengecam keras aksi persekusi dan main hakim sendiri yang menewaskan seorang pria berinisial KD di Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kabupaten Tabanan, Bali, pada Jumat (24/7/2026) lalu.

Aksi amuk massa yang dipicu dugaan pencurian ayam tersebut dinilai mencederai prinsip dasar negara hukum. Rofik pun mendesak adanya pendampingan psikologis yang komprehensif bagi anak-anak almarhum.

Menanggapi sorotan publik yang kian meluas, Rofik mengingatkan secara tegas bahwa asas praduga tak bersalah harus tetap dijunjung tinggi. Menurutnya, kemarahan sosial tidak boleh dijadikan pembenaran untuk melakukan tindakan anarkis.

“Kemarahan tidak boleh menggantikan hukum. Masyarakat memiliki hak untuk melaporkan dugaan tindak kejahatan untuk membantu aparat di lapangan, namun pemberian sanksi sepenuhnya merupakan kewenangan absolut sistem peradilan,” ujar Rofik, pada Selasa (28/7/2026).

“Para pelaku pengeroyokan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang harus dimintai pertanggungjawaban hukum secara adil dan tegas,” tambah Rofik menegaskan.

Adapun saat ini, Polres Tabanan dengan dukungan Ditreskrimum Polda Bali telah menetapkan lima warga sebagai tersangka pengeroyokan maut tersebut.

Kasus ini menyita perhatian publik secara luas, terutama setelah beredar video pilu anak perempuan bungsu korban yang menangis memanggil ayahnya.

Unggahan itu pun memicu gelombang donasi untuk menyokong keluarga almarhum yang tercatat sebagai penerima bantuan sosial.

Melihat dampak sosial dan psikologis pascakejadian, Rofik menggarisbawahi bahwa kehadiran negara harus mencakup perlindungan menyeluruh bagi masa depan anak-anak korban yang tidak bersalah.

“Dampak terbesar dari tragedi ini sering kali dirasakan oleh keluarga yang ditinggalkan. Anak-anak korban, yang sama sekali tidak terlibat dalam peristiwa malam itu, kini berpotensi mengalami trauma psikologis yang sangat mendalam akibat menyaksikan kedatangan tragis orang tua,” ujar Rofik.

“Dorongan agar anak-anak ini memperoleh pendampingan psikologis yang intensif serta jaminan kelanjutan pendidikan merupakan langkah mutlak yang sejalan dengan prinsip negara hukum dan kemanusiaan,” lanjut Rofik.

Lebih lanjut, legislator Fraksi PKS itu pun mengapresiasi respons cepat jajaran kepolisian dalam mengusut tuntas perkara ini, serta langkah intervensi Pemerintah Kabupaten Buleleng yang segera mengupayakan program bantuan sekolah gratis dan bedah rumah.

Rofik berharap kasus ini menjadi pembelajaran keras agar masyarakat luas lebih percayakan proses hukum kepada aparat yang berwenang demi menjaga keamanan bersama.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

3 hours ago
1 day ago
3 days ago
6 days ago
1 week ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor