x

Prabowo Bidik Penyaluran Kredit Rakyat Rp400 Triliun pada 2027

Laporan: Dhanis

waktu baca 3 menit
Jumat, 23 Okt 2026 11:04 1

TODAYNEWS.ID – Presiden Prabowo Subianto menargetkan penyaluran kredit rakyat mencapai Rp400 triliun pada 2027. Pembiayaan tersebut diarahkan untuk memperluas akses permodalan bagi petani, nelayan, pelaku usaha di pedesaan hingga masyarakat berpenghasilan rendah di perkotaan.

Prabowo menyebut perluasan pembiayaan menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mendorong aktivitas ekonomi agar tidak hanya terpusat di wilayah atau kelompok tertentu, tetapi juga menjangkau masyarakat di berbagai daerah.

Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

“Di tahun yang akan datang, rencana kita, sasaran kita insyaallah terwujud, saya ingin menyalurkan Rp400 triliun kepada para petani, nelayan, dan mereka-mereka yang berada di pedesaan, dan di daerah-daerah terpencil, dan daerah-daerah yang tertinggal, juga di daerah-daerah perkotaan yang mereka yang berpenghasilan rendah,” kata Prabowo.

Prabowo turut mengapresiasi penyaluran kredit yang telah mencapai sekitar Rp53 triliun dengan penerima manfaat sekitar dua juta warga. Capaian tersebut, menurutnya, perlu diikuti dengan perluasan jangkauan pembiayaan agar semakin banyak masyarakat memperoleh akses terhadap sumber modal.

Pemerintah ingin menjadikan akses keuangan sebagai salah satu instrumen untuk menggerakkan perekonomian daerah. Dengan pembiayaan yang lebih luas, masyarakat diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan usaha dan meningkatkan pendapatan keluarga.

“Kita akan fokus sekarang untuk menggerakkan ekonomi. Tidak hanya di atas, kita mau menggerakkan ekonomi dari bawah, dari daerah-daerah. Dan semua daerah akan kita bangun,” kata Prabowo.

Presiden juga menyoroti pentingnya memastikan pertumbuhan ekonomi nasional memberikan dampak langsung bagi masyarakat yang menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari. Petani, nelayan, pedagang pasar, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) disebut sebagai kelompok yang harus merasakan manfaat pembangunan.

“Kekuatan ekonomi bangsa yang sesungguhnya harus dirasakan oleh rakyat secara nyata, oleh petani di desa-desa, oleh nelayan di pesisir, oleh pedagang di pasar-pasar, oleh pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, oleh ibu-ibu yang berjuang membantu ekonomi keluarganya,” tuturnya.

Penghasilan dan Daya Beli Jadi Sorotan Prabowo

Selain memperluas akses pembiayaan, Prabowo menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan masyarakat harus terlihat dari kenaikan penghasilan riil dan kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Menurutnya, kesejahteraan tidak cukup diukur melalui pernyataan atau target pembangunan, tetapi harus tercermin dalam kondisi ekonomi yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Kesejahteraan tidak boleh hanya menjadi kata-kata slogan. Arti sesungguhnya dari kesejahteraan adalah bahwa penghasilan rakyat secara riil, secara nyata harus meningkat, harus meningkat. Bahwa setiap keluarga harus memiliki daya beli yang nyata,” tegasnya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Prabowo mengingatkan pemerintah pusat dan daerah agar mengelola seluruh potensi nasional secara bertanggung jawab. Pengelolaan sumber daya alam, menurutnya, harus diarahkan untuk mendukung kemakmuran masyarakat.

“Sumber alam Indonesia harus dijaga, harus dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat kita,” ujarnya.

Prabowo juga menekankan bahwa kesejahteraan rakyat harus menjadi salah satu tujuan utama dalam penyelenggaraan pemerintahan. Ia ingin seluruh potensi bangsa dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat.

“Seluruh potensi kita adalah untuk memperkuat tujuan kita, rakyat kita sejahtera. Saya mau jadi presiden untuk lihat rakyat saya sejahtera,” jelas Prabowo.

Editor: Azis Arriadh

Pilkada & Pilpres

LAINNYA