x

Pilpres 2029 Diprediksi Bakal Menjadi Pertarungan Antar Kepala Daerah

waktu baca 2 menit
Rabu, 5 Agu 2026 20:15 23 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Persaingan menuju Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029 diproyeksikan bakal berlangsung dinamis dengan hadirnya kandidat-kandidat alternatif dari tingkat daerah.

Pengamat Politik Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai kemunculan para pemimpin daerah sangat krusial guna merawat kesehatan demokrasi melalui pengayaan gagasan dan variasi pilihan kepemimpinan.

“Demokrasi membutuhkan pilihan. Semakin banyak figur yang memiliki kapasitas untuk tampil, semakin baik bagi kualitas demokrasi kita,” ujar Arifki pada Rabu (5/8/2026).

Ia pun menyoroti pengalaman politik nasional yang membuktikan bahwa kepemimpinan dari daerah dapat menjadi batu pijakan menuju panggung nasional.

Rekam jejak tersebut dapat dilihat dari perjalanan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang meniti karier dari Wali Kota Solo hingga Gubernur DKI Jakarta.

Lalu, Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo yang berhasil melenggang sebagai capres di Pilpres 2024 usai menjabat Gubernur DKI Jakarta (Anies) dan Jawa Tengah (Ganjar).

Menurut Arifki, pola tersebut membuat sejumlah kepala daerah saat ini mulai masuk dalam perhatian publik menjelang Pilpres 2029, termasuk nama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.

“Memimpin daerah strategis merupakan modal politik yang penting dan momentum itu yang dirasakan Anies Baswedan dan Ridwan Kamil menjelang Pilpres 2024. Tetapi itu baru langkah awal, tantangan berikutnya adalah bagaimana membangun kapasitas, rekam jejak, dan kepercayaan publik di tingkat nasional,” katanya.

Ia menilai waktu tiga tahun menjelang Pilpres merupakan periode penting bagi para kepala daerah untuk menunjukkan kualitas kepemimpinannya melalui kinerja, bukan semata-mata melalui pencitraan.

“Yang dibutuhkan sekarang bukan kampanye, melainkan karya dan memanfaatkan momentum. Kepala daerah yang mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan publik ketika berbicara di level nasional, ujar Arifki.

Lebih lanjut, Arifki menegaskan bahwa semakin banyak kepala daerah yang mampu menunjukkan prestasi, semakin banyak pula alternatif yang dimiliki masyarakat dalam menentukan pemimpin nasional.

“Pada akhirnya, demokrasi tidak membutuhkan sedikit pilihan, tetapi membutuhkan banyak pilihan yang sama-sama berkualitas. Kompetisi yang sehat akan menghadirkan pemimpin terbaik bagi Indonesia dan proses itu sudah pernah kita lalui di Pilpres sebelumnya,” demikian Arifki.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 day ago
4 days ago
4 days ago
1 week ago
1 week ago
2 weeks ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor