x

IRGC Peringatkan Awak Kapal Tanker di Kuwait dan Bahrain untuk Segera Tinggalkan Kapal

waktu baca 3 menit
Rabu, 9 Sep 2026 15:04 14 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan awak kapal tanker yang berada di sekitar pelabuhan Kuwait dan Bahrain. Mereka diminta segera meninggalkan kapal menyusul serangan Amerika Serikat (AS) terhadap sejumlah kapal tanker minyak Iran.

Peringatan itu disampaikan Angkatan Laut IRGC pada Selasa (8/9/2026) seperti dilaporkan kantor berita Press TV. IRGC menyebut langkah tersebut sebagai respons atas “tindakan permusuhan” militer AS yang menargetkan beberapa kapal tanker minyak Iran.

“Menimbang tindakan permusuhan militer teroris AS yang menargetkan beberapa kapal tanker minyak milik Republik Islam, kami memperingatkan seluruh awak kapal tanker di sekitar pelabuhan Kuwait dan Bahrain untuk segera meninggalkan kapal mereka, baik yang sedang berlabuh maupun bersandar di pelabuhan, karena kapal-kapal tersebut akan menjadi sasaran,” demikian pernyataan IRGC.

IRGC juga menyebut Kuwait dan Bahrain sebagai negara yang menjadi lokasi keberadaan pasukan AS serta terlibat dalam tindakan permusuhan terhadap Iran.

Sebelumnya, media Amerika Serikat mengutip pejabat AS yang menyebut militer mereka telah menargetkan sejumlah kapal tanker Iran di dekat Pulau Kharg, kawasan Selat Hormuz, pada Selasa.

AS Berulang Kali Langgar Gencatan Senjata

Iran sebelumnya menuding AS melanggar gencatan senjata yang diumumkan secara sepihak pada April lalu.

Menurut Teheran, gencatan senjata tersebut diberlakukan setelah gelombang serangan AS dan Israel terhadap Iran serta pembalasan dari pihak Iran.

Iran mengeklaim AS kembali melakukan sejumlah pelanggaran setelah gencatan senjata tersebut. Teheran juga menyebut pelanggaran itu terus terjadi setelah AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan.

Nota tersebut ditujukan untuk mengakhiri siklus serangan dan pembalasan antara kedua negara.

Sebagai respons, Iran mengatakan telah memperketat kontrol di Selat Hormuz sambil menunggu AS memenuhi komitmennya berdasarkan nota kesepahaman tersebut.

Iran Serang Kapal Perang AS

Salah satu pembalasan Iran yang disebut paling keras terjadi pada Sabtu (5/9/2026). Angkatan Udara IRGC mengklaim meluncurkan sejumlah rudal balistik ke arah kapal induk dan kapal perusak AS yang disebut terlibat dalam blokade laut terhadap Iran.

IRGC mengeklaim serangan tersebut berhasil membuat kapal-kapal perang AS meninggalkan lokasi.

Pada Selasa, pejabat senior Iran kembali mengeklaim bahwa AS telah menerima “peringatan yang jelas” mengenai kemampuan rudal terbaru Teheran.

Pernyataan itu disampaikan setelah Iran menguji rudal antikapal baru dalam insiden tersebut.

Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, juga memperingatkan AS melalui unggahan di X.

Rezaei mengatakan Iran telah menyesuaikan kembali postur militernya terhadap kapal perang AS. Dia mengeklaim bahkan Komando Pusat AS (CENTCOM) tidak dapat menyembunyikan insiden tersebut.

Menurut Rezaei, kejadian itu menjadi peringatan bahwa blokade laut AS terhadap Iran masih memiliki kerentanan.

Sejumlah klaim mengenai serangan, kerusakan kapal perang, maupun kondisi di Selat Hormuz tersebut masih memerlukan verifikasi independen.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

6 hours ago
9 hours ago
3 days ago
4 days ago
5 days ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor