Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja saat memberikan sambutan dalam kegiatan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Bawaslu dan BSSN yang digelar di Ruang Rapat Lantai 5, Gedung A Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2026). Foto: TODAYNEWS/Dhanis TODAYNEWS.ID – Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI) bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) resmi memperkuat kerja sama dalam menjaga keamanan digital untuk mendukung pelaksanaan pengawasan Pemilu dan Pemilihan.
Penguatan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang digelar di Ruang Rapat Lantai 5, Gedung A Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Rabu (9/9/2026).
Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja, mengatakan perkembangan teknologi digital membuat keamanan siber menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan pemilu. Terlebih, penggunaan kecerdasan buatan (AI) diperkirakan semakin berkembang menjelang Pemilu 2029.
“Momentum ini merupakan komitmen bersama untuk membangun ekosistem pengawasan pemilu yang semakin aman, tangguh, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta dinamika ancaman cyber,” kata Bagja dalam sambutannya.
Bagja menilai digitalisasi kini tidak dapat dipisahkan dari pelaksanaan tugas pemerintahan, termasuk dalam pengawasan pemilu. Karena itu, penguatan keamanan siber diperlukan agar pemanfaatan teknologi dalam pengawasan tetap aman dan terpercaya.
“Kami menyadari bahwa pemilu dan pemilihan saat ini tidak dapat dilepaskan dari perkembangan teknologi digital, apalagi nanti di tahun 2029, tengah naiknya pengguna AI dalam seluruh bidang kehidupan,” ujarnya.
Menurut Bagja, kerja sama dengan BSSN sejalan dengan tujuan Bawaslu periode 2025-2029, yakni mewujudkan pengawasan pemilu yang aksesibel, transparan, dan kredibel melalui pemanfaatan teknologi informasi yang dibarengi dengan penguatan keamanan siber.
“Kerja sama Bawaslu dan BSSN menjadi penting untuk mewujudkan tujuan Bawaslu tahun 2025-2029, yaitu pengawasan pemilu yang aksesibel, transparan, dan kredibel melalui kemanfaatan teknologi informasi yang seiring dengan penguatan keamanan cyber,” katanya.
Melalui kerja sama tersebut, Bawaslu dan BSSN akan memperkuat kolaborasi dalam perlindungan sistem informasi, pengelolaan data, serta peningkatan ketahanan siber. Langkah ini diharapkan dapat mendukung pengawasan Pemilu yang semakin modern dan aman.
Lebih lanjut, Bagja berharap sinergi kedua lembaga terus diperkuat sebagai bagian dari persiapan menghadapi tantangan penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan di era digital.
“Mari kita meningkatkan kapasitas dan kesiapan kita dalam menghadapi pemilu tahun 2029. Dan yang paling penting, mari kita bersama-sama menjaga keamanan ruang digital agar penyelenggaraan pemilu dan pemilihan dapat berlangsung dengan semakin aman, terpercaya, dan berintegritas,” pungkasnya.