x

Perilaku Belanja Gen Z Berubah, Legislator Tekankan Kebijakan UMKM Harus Beradaptasi

waktu baca 2 menit
Sabtu, 18 Jul 2026 11:16 29 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi VII DPR RI, Nila Yani Hardiyanti, menekankan pentingnya pemerintah menyesuaikan kebijakan pengembangan UMKM dengan pergeseran perilaku belanja Generasi Z (Gen Z).

Menurut legislator Fraksi PDI Perjuangan itu, pola konsumsi generasi muda saat ini tidak lagi dapat didekati dengan cara-cara konvensional. Ia menilai, pola konsumsi generasi muda saat ini menunjukkan pergeseran yang tidak bisa lagi dijawab dengan pendekatan konvensional.

Dia mencontohkan, berbagai fenomena yang ramai di media sosial, seperti antrean panjang di gerai kuliner viral namun minimnya minat terhadap layanan lain

Sebab itu, ia memandang bahwa hal ini bukan sekadar candaan di internet, melainkan kondisi tersebut merupakan indikator adanya perubahan perilaku konsumsi masyarakat, khususnya Gen Z.

“Hari ini saya melihat ada realitas psikologi pasar. Banyak meme di media sosial yang menunjukkan ketika Gen Z diberikan pilihan, mereka rela mengantri panjang demi kuliner viral. Ini bukan sekadar lelucon, tetapi indikator adanya pergeseran ekonomi makro,” ujar Nila dalam keterangan yang diterima, Sabtu (18/7/2026).

Ia menilai Gen Z kini menjadi salah satu penopang konsumsi nasional karena lebih mengutamakan pengalaman (experience) dan interaksi sosial dalam setiap keputusan berbelanja. Karena itu, strategi pemerintah dalam membina UMKM harus disesuaikan dengan karakteristik pasar yang terus berubah.

Menurut Nila, serapan program UMKM dan kewirausahaan yang baru mencapai 51,64 persen menjadi sinyal perlunya evaluasi terhadap pola pembinaan yang selama ini dilakukan.

Untuk itu, ia mengusulkan agar pelatihan formal yang dinilai kurang relevan mulai diarahkan ke program inkubasi bisnis yang sesuai dengan minat generasi muda.

“Kementerian harus mulai menggeser pelatihan-pelatihan formal yang bergaya lama menjadi fasilitasi inkubasi bisnis kuliner, fesyen, dan industri kreatif yang relevan dengan minat Gen Z hari ini,” katanya.

Selain itu, Nila juga mendorong pemerintah memanfaatkan ekosistem digital yang telah menjadi ruang aktivitas Gen Z. Menurutnya, kementerian tidak cukup hanya membangun aplikasi sendiri, tetapi harus hadir sebagai agregator di platform digital yang telah memiliki basis pengguna besar.

Lebih lanjut, Nila juga meminta Deputi Kewirausahaan dan LLP-KUKM memperkuat kolaborasi dengan komunitas digital agar program pembinaan UMKM lebih mudah diakses dan memberikan dampak yang nyata.

“Perubahan perilaku belanja Gen Z dapat menjadi acuan dalam menyusun kebijakan UMKM ke depan. Dengan demikian, program pemerintah tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga mampu menjawab dinamika pasar dan meningkatkan daya saing pelaku usaha di era ekonomi digital,” pungkasnya.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 day ago
2 days ago
2 days ago
4 days ago
4 days ago
5 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor