x

BPH Migas Kawal Normalisasi Distribusi BBM di Sumut, Pastikan Stok Aman

waktu baca 4 menit
Sabtu, 18 Jul 2026 11:58 26 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terus mengawal percepatan normalisasi pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di Sumatera Utara agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

Kepala BPH Migas Wahyudi Anas dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, mengatakan penyaluran BBM di Sumatera Utara mulai menunjukkan perbaikan. Menurutnya, stok BBM di wilayah tersebut saat ini berada dalam kondisi aman.

BPH Migas bersama PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat distribusi sekaligus meningkatkan pengawasan di lapangan untuk memastikan pasokan energi bagi masyarakat tetap terjaga.

Berbagai langkah percepatan normalisasi telah dilakukan, mulai dari penambahan armada beserta awak mobil tangki, optimalisasi pasokan dari sejumlah fuel terminal (FT), hingga pemantauan langsung ke SPBU yang sebelumnya mengalami antrean panjang.

Wahyudi menjelaskan pasokan BBM semakin diperkuat setelah dua kapal menyelesaikan proses pemuatan jenis BBM tertentu (JBT) berupa solar dan jenis BBM khusus penugasan (JBKP), yakni Pertalite.

“Sehingga, dengan rutinitas (masyarakat) sehari-hari, insya Allah sudah dapat mengurai antrean di SPBU yang tersebar di wilayah Sumatera Utara ini,” ujarnya saat meninjau FT Medan Group di Medan, Sumut, Jumat (17/7/2026).

Ia menambahkan Pertamina Patra Niaga juga telah menambah sekitar 35 persen awak mobil tangki dan armada distribusi. Selain itu, mekanisme alih suplai dari FT Siantar, FT Kisaran, dan FT Lhokseumawe diterapkan untuk memperkuat pasokan ke wilayah Medan.

Di sisi lain, distribusi melalui Pelabuhan Belawan dan Labuhan Deli terus dioptimalkan sehingga suplai BBM ke SPBU dapat meningkat.

“Hal ini menambah peningkatan untuk suplai kepada SPBU hingga 120 sampai 125 persen. Kita terus meminta untuk menyegerakan dari kondisi kemarin yang semula 112 persen menjadi 120-125 persen. Ini upaya terbaik untuk mengurai (antrean) di SPBU yang menjadi perhatian masyarakat,” tegasnya.

BPH Migas bersama Pertamina juga melakukan pemantauan langsung ke sejumlah SPBU di Medan. Hasilnya, penyaluran solar dan Pertalite berjalan lancar dengan kondisi stok yang terus dijaga agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Semua stok kita top up terus sampai benar-benar kondisi SPBU full tank, sehingga dapat melayani masyarakat secara baik,” terangnya.

Wahyudi mengungkapkan hasil monitoring pada Jumat (17/7/2026) sore memperlihatkan antrean di sebagian besar SPBU di Kota Medan hampir seluruhnya telah terurai.

Menurutnya, kondisi tersebut akan terus dipantau hingga pelayanan distribusi BBM kembali berjalan normal.

“Hanya ada 2-3 mobil, artinya hampir mendekati tidak ada antrean. Ini pukul 17.45 WIB. Kita monitor terus. Untuk percepatan BBM di Sumatera Utara agar kembali normal,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho menjelaskan realisasi penyaluran solar di wilayah Sumatera hingga 14 Juli 2026 masih berada di bawah rata-rata nasional.

Kondisi serupa juga terjadi pada penyaluran Pertalite di Sumatera Utara. Karena itu, ia menegaskan persoalan yang terjadi bukan disebabkan keterbatasan kuota BBM.

“Realisasi ini (solar dan Pertalite) masih di bawah rata-rata realisasi nasional, artinya tidak ada kendala dari sisi kuota yang telah ditetapkan,” terangnya.

Fathul menilai evaluasi perlu difokuskan pada aspek distribusi, termasuk memperkuat sistem peringatan dini serta pemantauan seluruh armada distribusi agar potensi kendala dapat diantisipasi lebih cepat.

“Kendala ini operasional, operasional distribusi. Perlu ada semacam early warning system (peringatan dini). Selain itu, juga seluruh armada terlihat di pemantauan, apakah di jalan atau SPBU. Permasalahan ini harus bisa segera diselesaikan,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas pelayanan publik agar masyarakat mendapatkan layanan distribusi BBM yang optimal.

Sementara itu, Executive General Manager Regional Sumatera Bagian Utara Pertamina Patra Niaga Sunardi mengatakan operasional Fuel Terminal Medan Group tetap berjalan kondusif.

Selama periode 14 hingga 16 Juli 2026, rata-rata penyaluran BBM ke SPBU mencapai lebih dari 6.000 kiloliter per hari sebagai upaya memperkuat stok di tingkat SPBU.

“Stok ini menjadi stock build up SPBU untuk tambahan suplai ke SPBU, sehingga bisa mengurai antrean yang ada di SPBU,” ucapnya.

Pengemudi ojek daring Samsuri (60) mengaku kondisi antrean di SPBU kini sudah jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

“Sekarang sudah mantap, sudah lancar, saya merasakannya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan pengemudi truk Hasbi (23). Ia mengatakan waktu tunggu untuk mengisi BBM kini jauh lebih singkat.

“Terima kasih pemerintah, BBM sudah lancar,” sebutnya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Direktur Utama PT Elnusa Petrofin Doni Indrawan serta Fuel Terminal Manager Medan Group Pertamina Patra Niaga Teddy Manuputty.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 day ago
2 days ago
2 days ago
4 days ago
4 days ago
5 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor