Bendera AS, Israel dan Iran. Foto: Shutterstock TODAYNEWS.ID – Presiden Republik Islam Iran, Masoud Pezeshkian, mengatakan bahwa medan peperangan utama antara negaranya dengan Amerika Serikat (AS)-Israel kini telah bergeser ke pertempuran ekonomi dan mata pencaharian rakyat.
“Setelah (musuh) gagal mencapai tujuannya di bidang militer, musuh telah memfokuskan perhatiannya pada upaya merusak ketahanan ekonomi negara dan mengganggu mata pencaharian masyarakat,” kata Pezeshkian, seperti dilaporkan Press TV, Rabu (27/5/2026).
Pezeshkian mengungkapkan, setelah musuh-musuh Iran gagal mencapai tujuannya di medan perang, kini mereka berupaya keras untuk melemahkan ekonomi negara melalui strategi pelemahan bertahap.
“Musuh ingin para aktivis ekonomi, pedagang, dan saudagar yang berada di garis depan perang ekonomi menderita kerugian dan kerusakan, tetapi pemerintah tidak akan membiarkan sektor swasta tersandung,” tegas Pezeshkian.
Pezeshkian pun menekankan bahwa garis merah Iran tetap jelas, dan bahwa sektor swasta bukan hanya mitra, tetapi juga pilar utama kekuatan nasional.
“Keyakinan kami adalah bahwa semakin mampu, gesit, dan aktif sektor swasta, semakin kuat fondasi ekonomi negara, dan kekuatan nasional dalam menghadapi tekanan dan ancaman eksternal akan meningkat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Pezeshkian pun menyerukan kepada para aktivis ekonomi untuk memahami keadaan luar biasa yang dihadapi negara dan keterbatasan pemerintah, serta mendesak kerja sama untuk melindungi kepentingan nasional dan memperkuat perekonomian Iran.
“Keberhasilan dalam melewati kondisi ekonomi yang kompleks membutuhkan saling percaya, transparansi, tanggung jawab, dan partisipasi tulus dari semua sektor,” pungkasnya.