x

Pelatih Beberkan Penyebab Spanyol Gagal Kalahkan Cape Verde di Fase Grup Piala Dunia 2026

waktu baca 3 menit
Selasa, 16 Jun 2026 06:21 34 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Pelatih Spanyol Luis de la Fuente mengungkap faktor yang membuat timnya gagal meraih kemenangan saat menghadapi Tanjung Verde pada laga Grup H Piala Dunia 2026. Menurutnya, masalah kebugaran dan buruknya penyelesaian akhir menjadi penyebab utama hasil imbang tanpa gol tersebut.

Spanyol harus puas berbagi poin setelah ditahan Tanjung Verde 0-0 di Atlanta Stadium, Senin (15/6/2026). Hasil itu menjadi salah satu kejutan pada fase awal turnamen.

La Furia Roja datang ke pertandingan dengan status sebagai salah satu unggulan juara. Posisi Spanyol di peringkat ketiga FIFA membuat mereka lebih difavoritkan dibanding Tanjung Verde yang berada di urutan ke-64 dunia.

Tanjung Verde juga menjalani debutnya di ajang Piala Dunia. Namun tim berjuluk Hiu Biru itu mampu meredam serangan Spanyol sepanjang pertandingan.

Dari sisi statistik, Spanyol tampil jauh lebih dominan dibanding lawannya. Tim Matador menguasai 75 persen penguasaan bola dan terus menekan sejak awal laga.

Spanyol juga menciptakan total 27 tembakan sepanjang pertandingan. Sebaliknya, Tanjung Verde hanya mampu melepaskan enam percobaan ke arah pertahanan lawan.

Meski unggul dalam berbagai aspek permainan, Spanyol gagal mengubah peluang menjadi gol. Sejumlah kesempatan yang tercipta tidak mampu diselesaikan dengan baik oleh para pemain mereka.

Luis de la Fuente menilai timnya seharusnya dapat mengamankan tiga poin berdasarkan jalannya pertandingan. Ia melihat Spanyol berhasil menciptakan banyak situasi yang menguntungkan di depan gawang lawan.

“Seharusnya kami memenangkan pertandingan hari ini dengan semua yang terjadi, dengan semua situasi menguntungkan yang kami ciptakan. Namun, kami kurang bugar dan ketajaman dalam penyelesaian akhir. Kami harus mulai memikirkan pertandingan melawan Arab Saudi sekarang,” ujar De la Fuente dikutip dari situs FIFA.

Menurut De la Fuente, kondisi fisik timnya belum berada pada level terbaik untuk menghadapi lawan yang mengandalkan kekuatan tubuh. Situasi tersebut membuat Spanyol kesulitan membongkar pertahanan rapat yang diterapkan Tanjung Verde.

“Kami perlu terus berkembang, meningkatkan segalanya, dan mendapatkan ritme permainan. [Tanjung Verde] adalah tim yang sangat kuat secara fisik. Kami tahu mereka akan bermain bertahan rapat dan dengan pemain-pemain yang sangat kuat. Jika ditambah dengan fakta bahwa kami kurang bugar, maka hal ini terjadi. Sepak bola memang seperti itu – tidak ada lawan yang lemah di sini,” jelasnya.

Selain kokohnya pertahanan Tanjung Verde, penampilan kiper veteran Vozinha juga menjadi sorotan dalam pertandingan tersebut. Penjaga gawang berusia 40 tahun itu berulang kali menggagalkan peluang yang diciptakan para pemain Spanyol.

Vozinha tampil sebagai salah satu figur penting di balik keberhasilan Tanjung Verde meraih satu poin. Kiper yang memiliki nama asli Osimar Jose Evora Dias itu sukses menjaga gawangnya tetap steril meski terus mendapat tekanan dari Rodri dan rekan-rekannya sepanjang laga.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

20 hours ago
1 day ago
2 days ago
2 days ago
5 days ago
5 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor