Caption: Suasana Antrian kendaraan Roda 4 di Pelabuhan Merak. (Foto: Biro komunikasi dan Informasi publik Kemenhub) TODAYNEWS.ID — Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi di tengah pemantauan ketat terhadap aktivitas vulkaniknya. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan layanan penyeberangan Merak-Bakauheni masih berjalan normal.
Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level III atau Siaga. Berdasarkan laporan teknis terbaru, erupsi menerus masih berlangsung.
Potensi ancaman bahaya saat ini berasal dari aliran lava yang dapat disertai lontaran batu pijar. Kondisi tersebut membuat perkembangan aktivitas gunung api terus dipantau.
Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry Windy Adale mengatakan operasional lintasan Merak-Bakauheni masih berjalan normal. Cabang Merak dan Bakauheni tetap melayani pengguna jasa sesuai ketentuan operasional yang berlaku.
ASDP tetap memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi perairan dalam menjalankan layanan penyeberangan. Aktivitas Gunung Anak Krakatau juga menjadi bagian dari pemantauan operasional tersebut.
Cabang Merak dan Bakauheni melakukan pemantauan situasi secara intensif di lapangan. Kedua cabang juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keselamatan dan kelancaran layanan.
“Setiap perkembangan informasi dari otoritas berwenang menjadi perhatian dalam menentukan langkah operasional yang diperlukan,” kata Windy dalam keterangannya, Sabtu (5/9/2026).
ASDP mengimbau pengguna jasa yang akan melintasi Merak-Bakauheni tetap tenang. Pengguna jasa juga diminta mengikuti informasi resmi serta arahan petugas di lapangan.
Informasi mengenai layanan penyeberangan dan kondisi operasional dapat diperoleh melalui Contact Center ASDP 191. Pengguna jasa juga dapat menggunakan layanan tersebut untuk mendapatkan bantuan perjalanan.
Windy mengatakan ASDP akan terus memantau dan mengevaluasi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau secara berkala. Perusahaan akan menyesuaikan operasional jika kondisi berubah dan berpotensi memengaruhi keselamatan pelayaran.
Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada Sabtu (5/9/2026) pukul 00.01 WIB. Catatan Magma Indonesia Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut erupsi tersebut masih berlangsung saat laporan dibuat.
“Tinggi kolom erupsi tidak teramati. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung,” tulis laporan Magma Indonesia.
Magma Indonesia juga mencatat aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau telah terjadi sejak Jumat (4/9). Masyarakat, pengunjung, wisatawan, dan pendaki direkomendasikan tidak mendekati gunung atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.