x

Musim Paceklik Tekan Produksi, Harga Beras Mulai Naik

waktu baca 3 menit
Senin, 7 Sep 2026 21:41 12 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Harga beras di pasaran mulai mengalami kenaikan saat Indonesia memasuki musim paceklik. Kondisi tersebut terjadi seiring berkurangnya produksi padi akibat musim kemarau yang lebih kering.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan kondisi musim panas tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Menurutnya, tahun lalu Indonesia mengalami kemarau basah yang masih memungkinkan petani menanam padi.

“Kemarau basah itu bulan-bulan ini sampai Desember masih ada hujan sehingga kita masih bisa tanam padi,” ujar Zulkifli Hasan di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (7/9/2026). Kondisi tersebut membuat pasokan beras dari petani ke pasar masih tersedia.

Situasi berbeda terjadi pada musim kemarau tahun ini. Zulkifli mengatakan kondisi yang lebih kering membuat aktivitas produksi padi ikut berkurang.

Berkurangnya produksi kemudian berdampak terhadap pasokan beras dari petani ke pasar. Menurut Zulkifli, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong kenaikan harga beras.

“Kita sebut paceklik atau gadu. Jadi enggak ada produksi,” kata Zulkifli. Ia mengatakan harga beras naik sekitar Rp100 hingga Rp200 akibat berkurangnya pasokan.

Zulkifli menjelaskan kenaikan harga tersebut berkaitan dengan kondisi pasokan dan permintaan. Ketika produksi berkurang, jumlah beras yang masuk ke pasar ikut menyusut sehingga harga mengalami kenaikan.

Kenaikan harga juga dirasakan langsung oleh pedagang beras. Ida, pedagang toko kelontong di Kelurahan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, mengaku harga beras yang dijualnya mulai naik.

Ida mengatakan kenaikan harga beras sudah terjadi sekitar satu minggu terakhir. Besaran kenaikan yang ia rasakan berkisar Rp500 hingga Rp1.000 per kilogram.

“Ada kenaikan, Rp500 sampai Rp1.000 per kilonya,” kata Ida, Minggu (6/9/2026). Menurutnya, besaran kenaikan berbeda tergantung merek beras yang dijual.

Ida mengaku belum mengetahui dampak kenaikan harga tersebut terhadap penjualan beras di tokonya. Namun, ia berharap harga beras kembali normal agar masyarakat tetap dapat membeli dengan harga terjangkau.

Menurut Ida, kenaikan harga dapat membuat masyarakat berpikir lebih panjang untuk membeli beras dalam jumlah banyak. Kondisi itu dikhawatirkan turut memengaruhi penjualan di tingkat pedagang.

“Kalau saya yang penting laku,” ujar Ida. Ia berharap harga beras dapat kembali disesuaikan sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga.

Kenaikan harga beras tersebut berlangsung ketika produksi padi menurun akibat musim paceklik. Pemerintah menyebut kondisi kemarau yang lebih kering tahun ini membuat pasokan dari petani ke pasar berkurang.

Di tingkat pedagang, kenaikan harga yang dirasakan mencapai Rp500 hingga Rp1.000 per kilogram. Sementara Zulkifli Hasan menyebut kenaikan harga beras di kisaran Rp100 hingga Rp200 akibat berkurangnya produksi.

Pemerintah dan masyarakat kini menghadapi kondisi berkurangnya produksi padi di tengah musim kemarau. Pedagang berharap harga kembali normal agar beras tetap terjangkau dan penjualan tetap berjalan.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 day ago
3 days ago
3 days ago
6 days ago
6 days ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor