x

Erupsi Anak Krakatau, Bhayangkara FC Pangkas Latihan Outdoor Demi Kesehatan Pemain

waktu baca 2 menit
Senin, 7 Sep 2026 14:20 7 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Erupsi Gunung Anak Krakatau membuat Bhayangkara FC mengubah program latihan di Bandar Lampung. The Guardians mengurangi aktivitas di luar ruangan demi menjaga kesehatan dan keselamatan pemain.

Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada Jumat (4/9/2026) malam. Sehari setelahnya, sebaran abu vulkanik masih dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk area sekitar aktivitas Bhayangkara FC.

Dampak erupsi masih terlihat setelah Bhayangkara FC menjalani pertandingan perdana Super League 2026/2027 melawan Persebaya Surabaya.

Meski kondisi Bandar Lampung mulai membaik pada Minggu (6/9/2026), sisa abu dan material vulkanik masih ditemukan di sejumlah titik.

Debu vulkanik masih terlihat di jalanan dan lingkungan yang biasa digunakan Bhayangkara FC untuk berlatih. Kondisi tersebut membuat tim medis memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan para pemain.

Dokter tim Bhayangkara FC Khairi mengatakan intensitas abu yang terlihat secara kasat mata memang sudah berkurang. Namun, kondisi tersebut belum berarti lingkungan sekitar sepenuhnya terbebas dari dampak erupsi.

“Sebenarnya lumayan berisiko latihan di luar dalam kondisi seperti ini,” kata Khairi. Karena itu, tim pelatih mengawali sesi latihan dengan mobilisasi fisik di area gym.

Tim medis dan manajemen juga memberikan edukasi kepada pemain serta ofisial. Mereka diminta menggunakan perlindungan ketika beraktivitas di luar ruangan, termasuk masker dan kacamata pelindung.

Langkah tersebut dilakukan karena abu vulkanik berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Dampaknya antara lain dapat mengenai saluran pernapasan, mata, dan kulit.

Kondisi tersebut membuat tim pelatih tidak memaksakan seluruh program latihan berlangsung di lapangan terbuka. Sebagian porsi latihan kemudian dipindahkan ke area gym.

Sesi dalam ruangan digunakan untuk menjaga kondisi fisik pemain sekaligus mengurangi paparan terhadap udara luar. Setelahnya, pemain tetap dapat berlatih di lapangan dengan intensitas dan durasi yang lebih rendah.

“Ketika berada di lapangan luar ruangan, porsi latihan dipangkas hanya untuk pemulihan atau recovery training,” jelas Khairi. Aktivitas tersebut meliputi jogging dan pergerakan ringan yang dilakukan tanpa durasi panjang.

Penyesuaian program latihan juga dilakukan setelah Bhayangkara FC menjalani pertandingan perdana Super League 2026/2027. Tim tetap menjalankan persiapan kompetisi dengan menjadikan kondisi kesehatan pemain sebagai pertimbangan utama.

Bhayangkara FC kini harus menyesuaikan persiapan kompetisi dengan kondisi lingkungan akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Pengurangan latihan outdoor menjadi langkah sementara agar pemain tetap bugar tanpa mengambil risiko berlebihan akibat paparan abu vulkanik.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

23 hours ago
2 days ago
3 days ago
6 days ago
6 days ago
7 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor