x

Manuver Jokowi Dinilai Jadi Variabel Penting dalam Kalkulasi Pilpres 2029

waktu baca 2 menit
Kamis, 2 Jul 2026 12:07 22 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Intensitas kunjungan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) ke berbagai daerah dinilai bakal menjadi variabel penting yang mengubah lanskap politik menjelang Pilpres 2029.

Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menyebut manuver tersebut menjadi magnet politik yang dihitung cermat oleh para elite partai.

Apalagi, setelah dihapuskannya ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold), figur yang memiliki pengaruh elektoral kuat akan memiliki posisi tawar yang jauh lebih tinggi di hadapan partai politik.

“Pergerakan Jokowi akan dibaca sebagai kode politik oleh seluruh elite. Terlepas dari apa pun agendanya, pengaruh politik Jokowi masih menjadi variabel penting dalam kalkulasi menuju 2029,” ujar Arifki.

Menurut Arifki, jika pengaruh Jokowi tetap stabil, posisi tawar Gibran Rakabuming Raka dalam berbagai skenario Pilpres 2029 juga berpotensi menguat.

Situasi ini dinilai menjadi alarm bagi figur nasional lain untuk segera mengonsolidasikan kekuatan agar tidak kehilangan momentum.

“AHY, Cak Imin, Zulhas, maupun tokoh nasional lainnya seharusnya mulai mengambil momentum. Dalam politik, siapa yang bergerak lebih awal biasanya memiliki peluang lebih besar membangun persepsi publik,” katanya.

Lebih lanjut, Arifki juga menilai wajar jika PDI Perjuangan merasa kurang nyaman dengan keaktifan Jokowi di lapangan.

Menurutnya dominasi pengaruh Jokowi berpotensi menggeser keseimbangan politik dan mengubah kalkulasi koalisi, terutama jika PDIP membidik posisi strategis seperti kursi calon wakil presiden.

“Pergerakan Jokowi bukan hanya memperkuat posisi tawar Gibran, tetapi juga bisa menggeser keseimbangan politik. Itu sebabnya setiap partai akan membaca situasi ini dengan sangat serius,” jelasnya.

Dinamika ini, lanjut Arifki, juga mulai memicu riak di internal partai koalisi pemerintahan saat ini. Meski berada di perahu yang sama, orientasi politik jangka panjang mereka mulai bercabang.

“Mereka memang masih berada dalam satu koalisi, tetapi kepentingan politik menuju 2029 mulai berjalan masing-masing. Ibarat tidur dalam satu ranjang, tetapi mimpinya sudah berbeda-beda,” tuturnya.

Menutup pernyataannya, Arifki menyimpulkan bahwa ke depan, publik akan lebih sering disuguhi manuver para ketua umum partai sebagai bentuk penyesuaian strategi

“Politik selalu soal momentum dan posisi tawar. Ketika satu aktor naik, aktor lain pasti menyesuaikan strategi. Karena itu, publik akan semakin sering melihat manuver para ketua umum partai dan tokoh nasional sebagai bagian dari konsolidasi menuju Pilpres 2029,” pungkas Arifki.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 hour ago
1 day ago
2 days ago
3 days ago
3 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor