x

IHSG Menguat, Pasar Soroti Arah Suku Bunga Global

waktu baca 3 menit
Kamis, 2 Jul 2026 10:17 21 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) mengawali perdagangan Kamis pagi di zona hijau di tengah sikap investor yang masih mencermati arah kebijakan suku bunga acuan di tingkat global.

IHSG dibuka menguat 14,72 poin atau 0,26 persen ke level 5.709,84. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 turut naik 2,57 poin atau 0,46 persen menjadi 559,32.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus alias Nico, mengatakan berdasarkan analisis teknikal, IHSG masih berpeluang bergerak menguat secara terbatas. Meski demikian, ia mengingatkan pelaku pasar untuk tetap mewaspadai potensi koreksi. “Berdasarkan analisa teknikal, kami melihat IHSG berpotensi menguat terbatas dengan support dan resistance 5.320- 5.735. Potensi koreksi masih berpotensi terjadi, tetap hati-hati,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico s dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.

Dari pasar global, perhatian investor tertuju pada pertemuan di forum perbankan European Central Bank (ECB). Dalam kesempatan tersebut, Ketua The Fed Kevin Warsh menyampaikan bahwa risiko inflasi diperkirakan menurun dalam beberapa pekan ke depan, sementara target inflasi tetap berada di kisaran 2 persen.

Warsh juga menjelaskan bahwa ekspektasi inflasi selama empat pekan pertama kembali menurun sehingga sejalan dengan fokus The Fed dalam menjaga stabilitas inflasi.

Tidak dinaikkannya suku bunga acuan oleh The Fed turut menekan imbal hasil obligasi sehingga tidak kembali meningkat, bahkan cenderung melemah. Menurut The Fed, lonjakan inflasi pada tahun sebelumnya hanya bersifat sementara.

“Karena saat ini, harga energi dan bensin terus mengalami penurunan, karena ada kabar baik mengenai kesepakatan Amerika Serikat (AS) dan Iran,” ujar Nico.

Selain itu, Warsh kembali menegaskan bahwa The Fed tetap bersikap independen meskipun Presiden AS Donald Trump terus mendorong penurunan suku bunga. Ia juga menyebut The Fed akan memiliki arah kebijakan baru, namun belum bersedia mengungkapkan rinciannya.

“Proyeksi terbaru untuk tingkat suku bunga, dimana 18 pejabat memproyeksikan kenaikan tingkat suku bunga di tahun ini,” ujar Nico.

Sementara dari dalam negeri, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Juni 2026 secara bulanan mencapai 0,44 persen month to month (mtm), secara tahun kalender sebesar 1,79 persen year to date (ytd), dan secara tahunan mencapai 3,34 persen year on year (yoy). Kenaikan inflasi dipengaruhi faktor musiman, meningkatnya harga bahan baku, serta kenaikan harga BBM.

Selain itu, BPS juga mencatat neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit sebesar 1,61 miliar dolar AS pada Mei 2026. Defisit tersebut menjadi yang pertama dalam enam tahun terakhir setelah nilai impor mencapai 24,81 miliar dolar AS, melampaui nilai ekspor yang sebesar 23,20 miliar dolar AS.

“Tekanan terhadap sektor eksternal Indonesia mulai meningkat, terutama akibat perlambatan ekspor di tengah melemahnya permintaan global, serta penurunan harga sejumlah komoditas unggulan,” ujar Nico .

Di sisi lain, meningkatnya impor menunjukkan kebutuhan domestik yang masih kuat, baik untuk bahan baku, barang modal, maupun energi. Apabila kenaikan impor lebih banyak didorong oleh masuknya bahan baku dan barang modal, kondisi tersebut masih dinilai positif karena dapat menopang aktivitas produksi serta investasi.

Nico menilai, apabila pelemahan ekspor terus berlanjut dalam beberapa bulan mendatang, surplus perdagangan yang selama ini menjadi penyangga stabilitas nilai tukar rupiah dan cadangan devisa berpotensi menyusut.

“Meski demikian, karena secara kumulatif Januari-Mei 2026 neraca perdagangan masih mencatat surplus, dampak terhadap fundamental ekonomi Indonesia diperkirakan masih terbatas,” ujar Nico.

Pada perdagangan Rabu (01/06), bursa saham Eropa bergerak bervariasi. Indeks Euro Stoxx 50 turun 0,70 persen, FTSE 100 Inggris melemah 0,18 persen, DAX Jerman naik 0,18 persen, sedangkan CAC 40 Prancis terkoreksi 0,79 persen.

Pergerakan serupa juga terjadi di Wall Street pada Rabu (01/06). Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,03 persen, S&P 500 melemah 0,20 persen, sementara Nasdaq Composite terkoreksi lebih dalam sebesar 1,54 persen.

Adapun bursa saham Asia pada perdagangan Kamis pagi bergerak beragam. Indeks Nikkei menguat 1,55 persen ke level 19.733,00, Shanghai turun 0,83 persen ke 4.078,00, Hang Seng melemah 1,15 persen ke 23.143,00, sedangkan Strait Times naik 0,49 persen ke 5.186,00.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

1 day ago
2 days ago
3 days ago
3 days ago
4 days ago
6 days ago

LAINNYA
x
x

mancingduit

situs slot gacor