x

Lebih Nyaman, Pasar Cijerah Cerah Hadir dengan Wajah Baru

Laporan: Asep Awaludin

waktu baca 4 menit
Selasa, 27 Okt 2026 21:10 31

TODAYNEWS.ID – Revitalisasi Pasar Cijerah Cerah di Kota Bandung menghadirkan perubahan signifikan dari sisi kebersihan, kenyamanan, penataan, hingga fasilitas bagi pedagang dan pengunjung.

Pasar yang sebelumnya identik dengan tumpukan sampah dan kondisi yang kurang tertata ini kini berkembang menjadi ruang perdagangan yang lebih bersih dan nyaman, sekaligus menghadirkan Cijerah Food Market sebagai upaya memperluas aktivitas ekonomi.

Kepala Pasar Cijerah Cerah Kota Bandung, Denny Arifin mengatakan, revitalisasi pasar berlangsung selama 7-8 bulan. Proses pembangunan berjalan kondusif berkat dukungan para pedagang dan unsur kewilayahan.

Revitalisasi Pasar Cijerah Cerah merupakan hasil kolaborasi Perumda Pasar Juara Kota Bandung bersama PT Mitra Karya Prospekta.

“Pasar Cijerah Cerah merupakan salah satu dari sekian banyak pasar di Kota Bandung yang telah melakukan revitalisasi atau peremajaan. Alhamdulillah, setelah peremajaan, pasar dapat beroperasi dengan lancar dan didukung penuh oleh semua pihak,” ujar Denny saat ditemui di kawasan Pasar Cijerah Cerah.

Menurutnya, perubahan pasar terlihat dari kondisi lingkungan yang lebih bersih, penataan yang lebih baik, serta fasilitas yang semakin memadai. Pasar ini juga telah melalui proses audit oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan menjadi pasar pertama di Kota Bandung yang dinyatakan lulus Standar Nasional Indonesia (SNI).

Dari sisi fasilitas, Pasar Cijerah Cerah kini memiliki toilet yang lebih representatif, fasilitas keamanan dan kebersihan, serta area parkir yang lebih tertata. Pengunjung dapat memarkirkan kendaraan di sejumlah area yang disediakan, baik untuk sepeda motor maupun mobil.

Pengelolaan sampah juga menjadi salah satu perubahan penting setelah revitalisasi. Pasar kini mulai mengembangkan pengolahan sampah secara mandiri, khususnya sampah organik melalui budidaya maggot atau larva lalat tentara hitam (Black Soldier Fly).

Denny menjelaskan, pengolahan tersebut masih dalam tahap pengembangan. Saat ini, pengelola mengolah sekitar satu kuintal sampah organik dengan hasil budidaya maggot kurang lebih 12 kilogram per minggu. Maggot yang dihasilkan kemudian disalurkan untuk pakan ikan di kolam-kolam sekitar wilayah pasar.

“Untuk pengolahan sampah, kami melakukan magotisasi. Hasilnya kami coba suplai ke kolam-kolam yang ada di wilayah sekitar. Jadi, sampah organiknya sudah mulai kami kelola,” katanya.

Hadirkan Cijerah Food Market

Selain memperbaiki fasilitas pasar tradisional, pengelola juga mengembangkan Cijerah Food Market yang diluncurkan pada 17 Oktober 2026. Area kuliner ini dihadirkan untuk menghidupkan aktivitas pasar di luar jam perdagangan tradisional sekaligus memperluas peluang usaha bagi para pelaku usaha kuliner.

Di Cijerah Food Market, pengunjung dapat menikmati beragam pilihan makanan tradisional dan kopi. Pengelola juga masih membuka kesempatan bagi calon tenant yang ingin mengembangkan usaha di kawasan tersebut.

Denny berharap keberadaan area kuliner ini dapat menciptakan ekosistem ekonomi yang saling mendukung antara pedagang pasar tradisional dan pelaku usaha kuliner.

“Kami mencoba melakukan aktivasi untuk mendorong ekonomi atau ekosistem yang ada di Pasar Cijerah ini. Harapannya, pengunjung yang datang ke food market juga bisa berbelanja di pasar tradisional, sehingga seluruh ekosistemnya berjalan dan roda ekonomi tetap berputar dengan baik,” tuturnya.

Pasar tradisional mulai beroperasi sejak pukul 03.00 WIB, khususnya untuk area basah, hingga sekitar pukul 18.00 WIB. Sementara itu, Cijerah Food Market beroperasi hingga pukul 21.00 WIB pada hari kerja dan pukul 22.00 WIB pada akhir pekan.

Berbagai kegiatan, seperti pertunjukan musik langsung dan nonton bareng pertandingan sepak bola, turut digelar untuk menarik kunjungan masyarakat.

Saat ini, Pasar Cijerah Cerah menaungi sekitar 190 pedagang dari berbagai komoditas. Revitalisasi pun dirasakan langsung oleh para pedagang yang telah bertahun-tahun beraktivitas di pasar tersebut.

Ke depan, Denny berharap revitalisasi dapat diikuti dengan peningkatan kunjungan masyarakat serta dukungan semua pihak dalam menjaga ketertiban di sekitar pasar, termasuk penataan pedagang kaki lima (PKL).

Ia mengajak masyarakat, khususnya warga Bandung Kulon dan Kota Bandung, serta masyarakat dari wilayah sekitar, untuk berbelanja dan menikmati kuliner di Pasar Cijerah Cerah.

“Bagi warga yang ingin berbelanja kebutuhan sehari-hari ataupun kuliner, silakan datang ke sini. Banyak pilihan, mulai dari sarapan sampai makan malam, kopi juga tersedia,” ajaknya.

Pedagang Apresiasi Reaktivasi Pasar Cijerah

Rudi, salah seorang pedagang sayuran yang telah berjualan selama sekitar 12 tahun, menilai kondisi pasar sekarang jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Ia merasakan perubahan dari sisi kebersihan, perawatan bangunan, hingga kenyamanan saat berjualan.

“Dulu pasarnya kurang bagus, sekarang mah bagus. Kalau dulu banyak yang bocor, sekarang enak, bersih, terawat, dan tertata. Yang belanja juga sekarang nyaman,” ujar Rudi.

Hal senada disampaikan Idan, pedagang yang telah berjualan di Pasar Cijerah selama sekitar 20 tahun. Menurutnya, penataan tempat berdagang dan area parkir yang lebih baik memberikan kenyamanan bagi pedagang maupun pembeli.

“Sekarang tempatnya lebih bagus, lebih enak, dan lebih nyaman buat yang belanja. Tempat parkir juga lumayan luas. Harapannya, jualan bisa ramai terus dan semakin banyak pengunjung yang datang,” kata Idan. ***

Editor: Azis Arriadh

Pilkada & Pilpres

LAINNYA