x

Ada Siklon Tropis ARNAB di Teluk Benggala, BMKG Pastikan Wilayah Indonesia Aman

Laporan: Dhanis

waktu baca 3 menit
Selasa, 27 Okt 2026 17:57 26

TODAYNEWS.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Indonesia selama sepekan ke depan.

Hujan tersebut dipengaruhi dinamika atmosfer, bukan Siklon Tropis ARNAB yang saat ini berada di Teluk Benggala.

Sekretaris Utama BMKG Guswanto mengatakan, hujan sedang hingga ekstrem mengguyur sejumlah wilayah Aceh dan Sumatera Utara dalam tiga hari terakhir.

Pada 25 Oktober 2026, curah hujan harian tercatat mencapai 187 milimeter di Pos Hujan Kluet Tengah, Aceh Selatan, dan 103 milimeter di Pos Hujan Lobu Rampah, Labuhanbatu Utara.

Menurut Guswanto, kondisi tersebut dipengaruhi sirkulasi siklonik di Laut Andaman sebelah utara Aceh, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), serta Gelombang Rossby Ekuatorial di wilayah Sumatera bagian utara.

“Masyarakat tidak perlu khawatir terhadap keberadaan Siklon Tropis ARNAB karena berdasarkan analisis terkini, sistem tersebut tidak memberikan dampak langsung terhadap kondisi cuaca dan gelombang laut di Indonesia,” kata Guswanto di Jakarta, Selasa (27/10/2026).

Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada terhadap hujan lebat dan angin kencang, terutama di wilayah Sumatera bagian utara.

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menjelaskan, Siklon Tropis ARNAB terbentuk di Teluk Benggala pada 26 Oktober 2026. Sistem tersebut berkembang dari bibit siklon tropis 98B yang telah dipantau sejak 19 Oktober.

Berdasarkan analisis BMKG pada 27 Oktober pukul 07.00 WIB, ARNAB memiliki kecepatan angin maksimum 90 knot atau sekitar 166 kilometer per jam, dengan tekanan udara minimum 968 hPa. Siklon tersebut diprakirakan bergerak ke barat-barat laut menuju daratan India dan mulai melemah dalam dua hari berikutnya.

Di sisi lain, BMKG mendeteksi potensi pembentukan sirkulasi siklonik baru di Laut Andaman sebelah utara Aceh sejak 27 Oktober. Meski peluang penguatannya dalam 24 jam pertama masih rendah, sistem tersebut berpotensi membentuk daerah konvergensi yang mendukung pertumbuhan awan hujan di Aceh dan Sumatera Utara.

Hujan Lebat Berpotensi Berlanjut

BMKG juga memprakirakan hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah pada 27–29 Oktober 2026, meliputi Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Sementara itu, pada 30 Oktober hingga 2 November 2026, status siaga hujan lebat ditetapkan untuk Kalimantan Barat. Potensi angin kencang juga perlu diwaspadai di sejumlah wilayah Sumatera, Jawa, dan Sulawesi Selatan.

Khusus di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai angin kencang.

BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah Indonesia mengalami curah hujan kategori menengah, yakni 50–150 milimeter per dasarian, pada awal November 2026. Aktivitas MJO, Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, serta sirkulasi siklonik berpotensi meningkatkan intensitas hujan di sejumlah daerah.

Guswanto mengatakan, BMKG akan terus memantau perkembangan atmosfer dan menyampaikan pembaruan informasi apabila terdapat potensi cuaca yang membahayakan masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tetapi tidak mengabaikan potensi cuaca ekstrem. Kenali kondisi lingkungan sekitar dan ikuti arahan pihak berwenang,” ujarnya.

Masyarakat juga diminta memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.

Editor: Azis Arriadh

Pilkada & Pilpres

LAINNYA