x

KPK Sebut Penanganan Kasus Proyek Whoosh Masih Tahap Penyelidikan

waktu baca 2 menit
Selasa, 5 Mei 2026 10:49 21 Azis Arriadh

TODAYNEWS.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan penanganan dugaan tindak pidana korupsi dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh di lingkungan PT Kereta Cepat Indonesia China masih berada pada tahap penyelidikan.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan bahwa proses tersebut masih terus berjalan. “Terkait dengan kereta cepat Whoosh, saat ini prosesnya masih di penyelidikan,” ujarnya kepada jurnalis di Jakarta, Selasa.

Saat ditanya mengapa kasus tersebut belum naik ke tahap penyidikan meskipun sudah diselidiki sejak awal 2025, Budi menjelaskan hal itu berkaitan dengan manajemen penanganan perkara di KPK.

“Ini manajemen penanganan perkara saja karena memang saat ini banyak perkara yang sedang ditangani oleh KPK. Misalnya, beberapa kegiatan penyelidikan tertutup atau tangkap tangan dalam beberapa bulan terakhir yang dilakukan KPK di sejumlah daerah,” jelasnya.

Meski belum naik ke tahap berikutnya, KPK memastikan penyelidikan dugaan korupsi Whoosh tetap berlangsung dan terus menunjukkan perkembangan.

“Penyelidikan ini masih terus berprogres. Beberapa hal juga dilakukan oleh kawan-kawan penyelidik,” katanya.

Sebelumnya, mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, mengungkapkan adanya dugaan tindak pidana korupsi berupa penggelembungan anggaran dalam proyek Whoosh.

Dalam video yang diunggah di kanal YouTube pribadinya pada 14 Oktober 2025, yakni Mahfud MD Official, ia menyebut adanya perbedaan signifikan biaya pembangunan per kilometer.

“Menurut perhitungan pihak Indonesia, biaya per satu kilometer kereta Whoosh itu 52 juta dolar Amerika Serikat. Akan tetapi, di China sendiri, hitungannya 17-18 juta dolar AS. Naik tiga kali lipat,” katanya.

Ia melanjutkan, “Ini siapa yang menaikkan? Uangnya ke mana? Naik tiga kali lipat. 17 juta dolar AS ya, dolar Amerika nih, bukan rupiah, per kilometernya menjadi 52 juta dolar AS di Indonesia. Nah itu mark up. Harus diteliti siapa yang dulu melakukan ini.”

Menanggapi pernyataan tersebut, KPK pada 16 Oktober 2025 mengimbau Mahfud MD untuk membuat laporan resmi terkait dugaan korupsi proyek Whoosh.

Setelah itu, komunikasi antara Mahfud MD dan KPK terus berlangsung. Hingga pada 26 Oktober 2025, Mahfud menyatakan kesiapannya untuk dipanggil dan memberikan keterangan.

Sementara itu, KPK pada 27 Oktober 2025 mengungkapkan bahwa dugaan korupsi terkait proyek Whoosh telah berada di tahap penyelidikan sejak awal 2025.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

5 hours ago
5 hours ago
24 hours ago
1 day ago
4 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x