Tumpukan sampah di TPA Sarimukti. (Istimewa) TODAYNEWS.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tengah menyiapkan langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan layanan pengangkutan sampah di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan menyampaikan, lonjakan harga solar dari sekitar Rp14.000 menjadi Rp23.000 per liter berdampak signifikan terhadap biaya operasional truk pengangkut sampah.
“Kenaikan ini membuat biaya BBM untuk pengangkutan sampah meningkat hingga dua kali lipat. Ini menjadi tantangan yang harus segera kita respons,” ujarnya.
Selain faktor biaya, Pemkot Bandung juga menghadapi keterbatasan kuota pembuangan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang menyebabkan antrean kendaraan pengangkut sampah dari berbagai daerah di Bandung Raya.
Kondisi tersebut mengakibatkan sejumlah truk harus menunggu hingga menginap di area TPA, sehingga memperlambat siklus pengangkutan sampah.
Untuk itu, Pemkot Bandung tengah mengkaji berbagai opsi, mulai dari efisiensi operasional, penyesuaian anggaran, hingga penyusunan strategi baru dalam pengelolaan sampah.
“Jika tidak ada penyesuaian, secara perhitungan anggaran yang ada hanya mampu menopang operasional hingga sekitar akhir Oktober 2026,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, Pemkot Bandung akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna menyusun langkah strategis yang lebih komprehensif dalam menjaga layanan kebersihan tetap optimal. ***