x

Kecam Dugaan Mafia Uji Kompetensi Dokter, DPR Desak FK Nilai Rendah Ditutup

waktu baca 2 menit
Senin, 8 Jun 2026 18:00 46 Dhanis Iswara

TODAYNEWS.ID – Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani, mengecam keras dugaan praktik mafia dalam pelaksanaan Uji Kompetensi (Ukom) Mahasiswa Program Profesi Dokter.

Irma mengungkapkan bahwa dirinya banyak menerima aduan langsung dari para calon dokter yang tak kunjung lulus Ukom meski telah mencoba hingga 11 kali.

Ironisnya, sebagian peserta yang mendapat nilai jauh di bawah mereka justru dinyatakan lulus, memunculkan kecurigaan kuat adanya jual-beli soal.

Sebab itu, Irma mendesak pemerintah segera menutup fakultas kedokteran yang tingkat kelulusan Ukom-nya di bawah 50% dan menertibkan tata kelola penyelenggaraan ujian kompetensi secara menyeluruh.

“Beredar kabar bahwa soal itu diperjualbelikan. Yang main siapa? Menurut isu yang beredar dari anak-anak ini, yang main justru fakultas sama Dikti (Pendidikan Tinggi),” kata Irma dalam RDPU Komisi IX dengan Kolegium Dokter Indonesia, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6/2026).

Legislator dari Fraksi Partai NasDem itu juga menyoroti pemberian izin pendirian fakultas kedokteran yang dinilai terlalu longgar oleh Direktorat Jenderal Dikti.

Menurutnya, daripada membuka izin baru untuk kampus yang kualitasnya diragukan, pemerintah seharusnya menambah kuota mahasiswa di fakultas kedokteran yang sudah terbukti berkualitas.

“Dikti jangan obral-obral izin buka fakultas kedokteran. Kenapa tidak ditambah saja kuotanya dari fakultas kedokteran yang sudah ada, yang punya pendidik bagus, profesional, berkualitas,” ujarnya.

Meski begitu, Anggota DPR dari dapil Sumsel II itu tidak menampik sisi kemanusiaan dari masalah ini. Ia mengungkap banyak orang tua yang rela menjual aset hingga miliaran rupiah demi membiayai pendidikan dokter anaknya, namun harus berakhir tanpa kelulusan Ukom.

Bahkan Irma juga mengaku bahwa dirinya kerap menerima langsung surat dari orang tua mahasiswa yang putus asa lantaran anaknya tak kunjung lulus.

“Fakultas kedokteran yang tingkat kelulusan Ukom-nya di bawah 50 persen, wajib ditutup. Jangan sampai mengorbankan anak-anak sehingga orangtuanya bangkrut. Kasihan, mereka sudah keluar uang miliaran, sampai ada yang jual sawah,” tegasnya.

Karena itu, Irma mendesak Kolegium Dokter, Konsil Kedokteran Indonesia, dan Menteri Kesehatan (Menkes) untuk segera duduk bersama dengan Dikti guna memperbaiki tata kelola Ukom.

Ia menegaskan, Presiden menginginkan pemenuhan kebutuhan dokter di seluruh Indonesia, namun hal itu tidak boleh dicapai dengan meluluskan dokter yang tidak kompeten karena menyangkut nyawa manusia.

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

9 hours ago
6 days ago
6 days ago
7 days ago
1 week ago
1 week ago

LAINNYA
x
x

mancingduit