x

Iran Tuduh AS Langgar Gencatan Senjata usai Kapal Tanker Diserang di Selat Hormuz

waktu baca 2 menit
Jumat, 8 Mei 2026 06:23 18 Afrizal Ilmi

TODAYNEWS.ID — Komando pusat militer Iran menuduh Amerika Serikat melanggar kesepakatan gencatan senjata setelah kapal tanker minyak Iran disebut menjadi sasaran serangan di kawasan Selat Hormuz. Iran mengklaim serangan tersebut memicu aksi balasan terhadap kapal militer AS di wilayah perairan strategis itu.

Dalam pernyataan yang dikutip televisi pemerintah Iran, militer Iran menyebut kapal tanker mereka diserang saat bergerak dari wilayah pesisir Jask menuju Selat Hormuz. Selain itu, Iran juga menuduh kapal lain yang memasuki Selat Hormuz di dekat Pelabuhan Fujairah, Uni Emirat Arab, turut menjadi sasaran.

Iran menyatakan serangan tersebut dilakukan oleh militer AS bersama sejumlah negara di kawasan. Namun, pihak Iran tidak merinci negara mana saja yang disebut terlibat dalam operasi tersebut.

Komando pusat militer Iran menegaskan pasukan mereka telah melakukan serangan balasan terhadap kapal-kapal militer AS. Langkah itu disebut sebagai respons langsung atas serangan yang terjadi di wilayah perairan Teluk.

Media pemerintah Iran juga melaporkan adanya serangan di sejumlah lokasi lain di wilayah selatan negara itu. Situasi tersebut menambah ketegangan di tengah konflik yang sebelumnya sudah memanas.

Kantor berita BBC News melaporkan media Iran, Fars, menyebut beberapa ledakan terdengar di dekat Kota Bandar Abbas. Hingga kini, asal serta lokasi pasti ledakan tersebut disebut masih belum diketahui.

Menurut laporan Fars, investigasi awal menunjukkan adanya “baku tembak” antara angkatan bersenjata Iran dan pihak yang disebut sebagai “musuh”. Area komersial dermaga di Pulau Qeshm dilaporkan menjadi salah satu target serangan.

Pulau Qeshm diketahui merupakan pulau terbesar di kawasan Teluk. Lokasi itu memiliki posisi strategis karena berada dekat jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.

Sementara itu, kantor berita Tasnim juga melaporkan ledakan terdengar di sekitar Pulau Qeshm dan Bandar Abbas. Media tersebut menyebut situasi di kawasan masih belum sepenuhnya jelas.

Tasnim mengatakan beberapa sumber mengaitkan suara ledakan dengan operasi Angkatan Laut IRGC. Operasi itu disebut dilakukan untuk memperingatkan sejumlah kapal terkait jalur yang dianggap tidak sah di Selat Hormuz.

Selain di wilayah selatan Iran, media lokal juga melaporkan adanya ledakan yang terdengar di Teheran. Namun, belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab ledakan tersebut.

Hingga kini, pemerintah Amerika Serikat belum memberikan komentar resmi terkait tuduhan Iran maupun laporan serangan di Selat Hormuz. Situasi tersebut membuat ketegangan di kawasan Teluk kembali meningkat.

Selat Hormuz sendiri merupakan jalur pelayaran penting bagi distribusi minyak dunia. Setiap eskalasi konflik di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan dan perdagangan energi internasional.

 

Pilkada & Pilpres

INSTAGRAM

18 hours ago
3 days ago
3 days ago
3 days ago
3 days ago
4 days ago

LAINNYA
x
x